Terdampak Kemarau Panjang,  Debit Air PDAM Sleman Susut 10-15 Persen
Muhammad Fatoni August 12, 2026 07:03 PM

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Musim kemarau panjang yang melanda Kabupaten Sleman berdampak langsung pada ketersediaan air baku.

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Sembada mencatat adanya penurunan debit air pada sejumlah sumber sekitar 10 hingga 15 persen.

Direktur Utama PDAM Tirta Sembada, Edy Nugroho, mengatakan penurunan air baku tersebut jika dikalkulasikan secara keseluruhan mencapai sekitar 40 liter per detik.

Kendati demikian, ia memastikan bahwa penurunan ini masih dalam batas wajar dan pihak manajemen telah menyiapkan langkah-langkah antisipasi agar distribusi air ke masyarakat tetap terjaga.

"Kemarau ini agak panjang ini ya. (Air PDAM) ini kita sudah ada penurunan-penurunan, tapi masih sebatas wajar lah, kita bisa antisipasi apa penurunan ini dengan connecting dari sumber yang masih idle," ujar Edy, Rabu (12/8/2026).

Ia mengungkapkan, penurunan sumber air baku yang mulai terasa terjadi di Sleman barat.

Baca juga: Cegah Penurunan Permukaan Air Tanah,  Pelaku Usaha di Sleman Didorong Beralih ke Layanan PDAM

Untuk menutupi defisit pasokan akibat penyusutan debit, PDAM Tirta Sembada mengandalkan rekayasa jaringan (connecting) serta mengoptimalkan pemanfaatan sumur-sumur dalam yang telah mengantongi izin resmi dari Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Langkah ini diambil agar kuantitas air yang disalurkan kepada pelanggan tidak mengalami penurunan drastis.

Dampak kemarau ini tidak hanya dirasakan di dataran rendah, tetapi juga merambah ke wilayah Sleman Utara di mana aliran sungai terpantau mulai mengering.

Karena itu, di tengah tantangan cuaca ekstrem ini, Edy mengimbau kepada seluruh pelanggan dan warga Sleman, yang kini jumlahnya telah mencapai sekitar 46.000 sambungan rumah termasuk sektor perhotelan, agar menggunakan air secara bijak dan seperlunya.

"Pesan kami untuk warga Sleman yang menggunakan PDAM, ya menggunakan air secukupnya, seperlunya saja. Jadi jangan berlebihan.Kami senang dibayar tinggi untuk air banyak, tapi nanti yang lain enggak kebagian," ujar dia.(*) 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.