SURYA.CO.ID - Banyak berdoa di hari Rabu terakhir di Bulan Safar atau Rebo Wekasan sudah menjadi tradisi umat Islam di Indonesia.
Berdasarkan penanggalan Hijriah, Rebo Wekasan pada tahun 1448 Hijriah jatuh pada Rabu, 12 Agustus 2026.
Sebagian ulama ahli kasyaf menyebutkan bahwa pada hari tersebut Allah SWT menurunkan sekitar 320.000 bencana (bala’) ke bumi.
Namun, ada hadis sahih yang menjadi dasar bahwa bulan Safar tidak dianggap sebagai bulan sial. Rasulullah SAW bersabda:
لَا عَدْوَى وَلَا طِيَرَةَ، وَلَا هَامَةَ وَلَا صَفَرَ
Artinya: “Tidak ada penyakit menular (dengan sendirinya), tidak ada thiyarah (anggapan sial karena pertanda), tidak ada hamah, dan tidak ada Safar.”
Hadis ini diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim.
Sebagai bentuk ikhtiar batin untuk memohon perlindungan, umat Muslim dianjurkan melakukan berbagai amalan ibadah.
Berikut adalah panduan lengkap amalan Rebo Wekasan sesuai tuntunan yang dirangkum dari sumber literatur pesantren (HMQ Lirboyo):
Salah satu amalan utama pada pagi hari Rebo Wekasan adalah mendirikan Shalat Sunah Muthlaq sebanyak 4 rakaat dengan 2 kali salam.
Tata Cara Shalat:
Niat: Niat shalat sunah muthlaq lillahi ta'ala.
Bacaan per Rakaat: Setelah membaca Surat Al-Fatihah, dianjurkan membaca:
Setelah Salam: Membaca doa khusus Rebo Wekasan yang berisi permohonan perlindungan dari segala mara bahaya dan fitnah zaman.
Baca juga: Hukum Rebo Wekasan dalam Islam dan Cara Menyikapi Tradisi di Masyarakat
Amalan berikutnya dilakukan setelah melaksanakan salat Ashar. Amalan ini bertujuan sebagai wasilah (perantara) tolak bala dan memohon keselamatan.
Langkah-langkah:
1. Siapkan piring putih bersih atau wadah lainnya.
2. Tuliskan 7 (tujuh) ayat "Salam" dari Al-Qur'an menggunakan pensil atau bahan yang aman dan mudah luntur jika terkena air.
3. Tuangkan air ke atas tulisan tersebut, lalu gosok perlahan hingga tulisan larut ke dalam air sambil membaca Sholawat Nabi.
4. Minum air larutan tersebut dengan niat memohon perlindungan kepada Allah SWT.
Mengingat hari Rabu terakhir bulan Safar dianggap oleh sebagian orang saleh sebagai hari yang berat (na'as), maka dianjurkan juga untuk memperbanyak dzikir.
Tata Caranya:
Amalan Rebo Wekasan ini bersumber dari kitab-kitab muktabar seperti Kanzun Najah was-Surur karya Syekh Abdul Hamid bin Muhammad Ali dan Al-Risalah Al-Badi'ah.
Perlu diingat bahwa amalan ini adalah bentuk doa dan kepasrahan hamba kepada Sang Pencipta.
Selain melakukan amalan di atas, umat Muslim juga diimbau untuk memperbanyak sedekah dan berbuat baik kepada sesama sebagai penolak bala yang utama.
Semoga dengan menjalankan ibadah ini, kita semua senantiasa berada dalam perlindungan Allah SWT dan dijauhkan dari segala macam musibah.
Keyword SEO: 2026, amalan bulan Safar, doa tolak bala, shalat rebo wekasan, tata cara rebo wekasan, ayat salam rebo wekasan, jadwal rebo wekasan 1448 H.