Tolak Pengembangan Pabrik, Warga Melong Kota Cimahi Sempat Alami Intimidasi
Kemal Setia Permana August 12, 2026 07:33 PM

Laporan Reporter Tribunjabar.id Rahmat Kurniawan

TRIBUNJABAR.ID, CIMAHI - Warga Kompleks Melong Green Garden, Kelurahan Melong, Kota Cimahi mengaku sempat mengalami intimidasi saat menyuarakan penolakan terhadap pengembangan perusahaan yang disebut sebagai pabrik cokelat.

Penolakan terhadap keberadaan dan pengembangan pabrik tersebut telah dilakukan warga sejak 2019. Berbagai upaya komunikasi dan mediasi juga sempat dilakukan untuk mencari jalan keluar atas persoalan yang dikeluhkan warga.

Namun, warga mengaku tidak lagi ingin melakukan mediasi karena merasa proses tersebut telah menguras energi mereka.

"(Sekarang) kita tidak (mediasi), sudah capai, kita sudah komunikasi dengan pabrik, kita sempat mediasi juga, yang dihadapkan ke kita malah aparat, premanisme, kalau sudah seperti bukan bagian kita lah, kita bukan takut, habis energi kita," kata perwakilan warga, Arifin Hakim, Rabu (12/8/2026).

Baca juga: Sindir Pemkot Cimahi, Warga Ramai-ramai Pasang Spanduk Obral Rumah di Melong Cimahi

Arifin mengatakan salah satu bentuk intimidasi yang diingat warga yakni adanya ancaman gugatan balik dari pihak perusahaan saat warga menyampaikan keberatan.

"Ada, dari preman, dari aparat juga sempat kita diintimidasi kita akan digugat balik, saya bilang silakan kalau memang mengerti peraturan perundang-undangan, masalah lingkungan," ungkapnya.

Meski menghadapi berbagai persoalan dalam menyuarakan penolakan, Arifin menegaskan keberatan warga terhadap keberadaan dan pengembangan pabrik bukan tanpa alasan.

Selain mempertanyakan aturan dan pengembangan bangunan perusahaan yang semakin dekat dengan permukiman, warga juga mengeluhkan dampak operasional pabrik terhadap lingkungan dan kenyamanan.

"Tahun 2019 kita komplain masalah dampak, ada dampak limbah cair, pencemaran udara, ada bau, ada bising, kita juga sempat komplain, dan ditanggapi oleh DLH baik Provinisi maupun Kementerian, satgasnya sempat turun," ujarnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.