Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Maria Vianey Gunu Gokok
POS-KUPANG.COM, SOE -- Tim Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora) melaksanakan visitasi atau kunjungan ke Kabupaten Timor Tengah Selatan untuk memastikan kondisi venue yang akan digunakan saat PON 2028 mendatang.
Dalam kunjungan yang berlangsung pada Rabu (12/8/2026), Tim Visitasi Kemenpora meninjau langsung beberapa venue seperti Lapangan Puspemnas, Lapangan Kesetiaan, Stadion Kobelete, serta GOR Nekmese.
Adapun Tim Visitasi Menpora terdiri dari Asisten Deputi Pengembang Sarana dan Prasarana Olahraga Kemenpora, Erwin Hastanto dan Jafar. Sementara Bupati TTS, Eduard Markus Lioe, Sekretaris Dispora Provinsi NTT, KONI Provinsi NTT, Sekretaris Daerah Kabupaten TTS dan jajaran mendampingi tim dalam visitasi itu.
Baca juga: KONI dan Technical Delegate Tinjau Venue di NTT 20 Agustus, NTT Genjot Persiapan PON XXII 2028
Berdasarkan keterangan dari Tim Visitasi Menpora, TTS tak hanya direncanakan menjadi tuan rumah sepak bola putra, tetapi juga cabang olahraga Volly Putri Indoor.
Asisten Deputi Pengembang Sarana dan Prasarana Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga, Erwin Hastanto, menyampaikan bahwa visitasi tersebut bertujuan memastikan kesiapan venue untuk PON 2028 di Kabupaten TTS.
"Tujuan kita lakukan visitasi ini tidak lain untuk memastikan kesiapan venue untuk PON 2028, agar kedepannya dalam pelaksanaan PON 2028 dapat berjalan dengan lancar, kualitasnya bagus, dan lebih meriah. TTS ini nanti ada dua venue yaitu sepak bola putra dan Volly Putri indoor, sedangkan di Kupang ada 13 venue," ungkap Erwin.
Berdasarkan hasil visitasi, Tim Menpora kemudian memberikan beberapa catatan untuk ditindaklanjuti oleh pemerintah melalui Dispora.
"Hasilnya untuk di TTS, tadi kita ke GOR, ada sedikit perbaikan yang perlu direhab, dan kami sudah sampaikan kepada Kadispora untuk membuat list atau daftar perbaikan dan semua kebutuhan yang belum maksimal untuk diusulkan. Sedangkan untuk lapangan, sudah ada perencanaannya dan nanti bisa disampaikan untuk kita laporkan ke pimpinan," ungkap Erwin.
Meski begitu, kunjungan ini masih berupa tinjauan awal dan belum bersifat final. Hasil visitasi akan disampaikan sebagai rekomendasi kepada Kemenpora untuk diputuskan apakah layak atau tidak.
"Kelayakannya masih banyak rehab yang tidak terlalu berat. Selanjutnya ke pihak Teknikal Deligate (TD), apabila TDnya mengatakan venue ini layak maka akan digunakan namun jika tidak maka akan dicari alternatif lain untuk digunakan," pungkas Jafar. (any)