Laporan Madchan Jazuli
SURYAMALANG.COM, TRENGGALEK - Ratusan siswa SMPN 1 Trenggalek beserta para guru merasakan mual dan diare usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa (11/8/2026) kemarin.
Mereka merasakan mual mayoritas pada malam hari dan dini hari, Rabu (12/8/2026).
Berlanjut saat Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), banyak yang izin ke toilet.
Sehingga oleh pihak sekolah memberikan pengumuman, bagi yang masih merasakan mual dan diare boleh dijemput orang tuanya.
Pembantu Guru SMPN 1 Trenggalek, Fathurrahman DAG, mengatakan dirinya tidak menyantap MBG yang dibagikan pada Selasa (11/8/2026).
Namun, ia mendapat informasi dari sejumlah siswa dan guru bahwa terdapat makanan yang diduga memiliki aroma kurang sedap.
Baca juga: Penipuan Jual Beli Ompreng MBG di Trenggalek, Korban Rugi Rp 800 Juta, Polisi Periksa Lima Saksi
"Itu dibuka sepertinya seperti sate ayam, saya juga tidak tahu."
"Terus aslinya ada beberapa yang ngomong mambu (basi)."
"Tapi ada yang bilang itu tidak mambu (basi), ya begini ini bumbunya," terang Fathurrahman saat dikonfirmasi SURYAMALANG.COM, Rabu (12/8/2026).
Menurutnya, sejumlah siswa dan guru sempat mencicipi makanan tersebut.
Bahkan, ada yang hanya makan sedikit, tetapi kemudian ikut merasakan keluhan pada malam harinya.
"Terus setelah selesai itu tadi makan. Aslinya ada beberapa yang sadar ini mambu (basi)."
"Makan secuil sebenarnya, terus ada yang makan, guru pun juga ada yang makan secuil. Anak-anak ada beberapa," ujarnya.
Fathurrahman mengatakan, keluhan mulai muncul sekitar waktu Magrib hingga setelah Isya.
Sejumlah siswa kemudian mengaku tidak dapat tidur karena mengalami sakit perut.
Baca juga: Pernyataan Seskab Teddy Sebut MBG Tak Ambil Dana Pendidikan Dijawab MK, P2G: Ternyata Kita Benar
"Anak-anak banyak yang bilang, anu Pak, saya tadi malam tidak bisa tidur. Lha kenapa, 'Nang WC dua kali' dan itu pun yang keluar itu air, intinya seperti itu," tuturnya.
Saat kegiatan belajar mengajar berlangsung pada Rabu pagi, keluhan serupa kembali muncul.
Banyak siswa meminta izin untuk pergi ke kamar mandi.
Sejumlah guru juga dilaporkan mengalami kondisi yang sama.
"Pun juga bapak ibu guru juga ada yang kena."
"Sampai sakit, ada yang beli degan (kelapa muda), sampai minum diare diapet."
"Nah, yang cicip itu juga kena padahal sedikit, tidak makan semua," ungkapnya.
Karena jumlah siswa yang mengalami keluhan cukup banyak, kondisi toilet sekolah juga menjadi perhatian.
Pihak sekolah akhirnya memulangkan siswa yang mengalami sakit perut.
"Anak-anak banyak yang mengeluh, namanya WC di sekolah tidak seberapa banyak, akhirnya dipulangkan."
"Jam 10 tadi dipulangkan yang sakit perut. Ya hampir setengahnya, ya hampir banyak yang pulang," ulasnya.
Ia menyebut keluhan tersebut terjadi di sejumlah kelas. Siswa kelas IX, kelas VIII, hingga beberapa guru dilaporkan mengalami sakit perut.
"Banyak semua kelas tadi saya menemui kelas 9 ada yang kena, kelas 8 ada yang satu kelas, ada yang guru-gurunya kena. Kasihan," ujarnya.
Baca juga: MK Putuskan MBG Tak Boleh Sedot Anggaran Pendidikan 20 Persen, DPR Sebut Butuh Dana Rp230 Triliun
Fathurrahman menambahkan pihak sekolah untuk hari ini mempersilahkan kepada ada siswa maupun guru yang tidak menyantap makanan MBG tersebut.
Bagi yang merasa yakin diperbolehkan memakan. Bagi yang ragu makan, maka tidak makan.
"Terus ini MBG datang banyak yang tidak makan dan ada yang makan. Bagi yang yakin silakan makan," ucapnya.
Ia menambahkan, sejumlah orang yang mengalami keluhan mengaku sulit tidur karena perut terasa mulas.
Hingga Rabu siang, pihak sekolah masih melakukan penanganan terhadap siswa dan guru yang mengeluhkan kondisi tersebut.
Unit Kesehatan Siswa (UKS) di sekolah juga sudah penuh dengan anak-anak yang meminta obat agar tidak diare lagi.
Baca juga: Korban Keracunan MBG di Pakisrejo Tulungagung 103 Orang, Ada Ibu Menyusui Mendapat Perawatan Medis