Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ahsan Faradisi
TRIBUNMADURA.COM, PROBOLINGGO - Niat menagih utang Rp3 juta pada RI (50) justru berujung petaka bagi seorang perangkat Desa Jrebeng, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.
Pria berinisial SUP itu diduga menjadi korban pembacokan usai mendatangi rumah orang yang memiliki utang kepadanya, Selasa (11/8/2026) siang.
Peristiwa tersebut terjadi di sekitar Lapangan Voli, Desa Tunggak Cerme, Kecamatan Wonomerto.
Polisi masih mendalami kejadian yang diduga dipicu persoalan utang piutang tersebut, termasuk meminta keterangan dari sejumlah pihak yang terlibat.
Pelaku pembacokan adalah KUS, anak dari RI, warga yang ditagih utangnya oleh korban.
Awalnya, korban mengunjungi rumah RI untuk menagih utang.
Diketahui, RI memiliki utang kepada korban senilai Rp3 juta.
Utang itu belum terbayar lebih dari setahun.
Tagihan itu sempat disampaikan melalui telepon, namun RI naik pitam dan marah-marah.
Baca juga: Kabur Naik Bus usai Bacok Kakek-kakek, Pria Sumenep Diciduk Polisi di Sampang
Saat korban menagih ke rumahnya, diduga RI belum bisa membayar dan terjadilah cekcok antara keduanya, bahkan korban malah diancam menggunakan pisau.
Ancaman itulah yang kemudian membuat korban geram dan korban pulang mengambil senjata tajam.
Sementara RI memanggil sang anaknya yang saat itu sedang bekerja untuk pulang.
Hotim, adik kandung korban yang khawatir sang kakak mengalami hal yang tak diinginkan, akhirnya membuntutinya dari belakang bersama sepupunya dengan berboncengan naik motor.
"Saat di rumah RI, terduga pelaku langsung membacok korban. Saya panik sampai jatuh dari motor hingga lutut kanan saya terluka," kata Hotim, Rabu (12/8/2026).
Meski begitu, Hotim tetap berupaya melerai sang kakak dengan terduga pelaku hingga tangan kanannya kena bacok.
Baca juga: Polisi Ciduk Maling yang Tusuk Satpam di Malang hingga Tewas, Ternyata Seorang Residivis
"Kakak saya kena (sabetan) di bagian belakang, bahu, dan tangannya sebelah kiri. Saya berharap siapapun yang terlibat harus dihukum setimpal," ujar Hotim.
Sementara Kepala Desa Tunggak Cerme, Musta'in mengatakan, pihaknya mendapat informasi adanya warga yang bertengkar sekitar pukul 13.30 WIB.
Dari laporan itu, dia lantas mendatangi lokasi kejadian.
"Setelah sampai, ternyata, korban saat itu sudah tergeletak di pangkuan adik kandungnya. Melihat itu, saya pun bersama warga membantu mengevakuasi korban," tutur Musta'in, Rabu (12/8/2026).
"Kami bawa ke Puskesmas Wonomerto menggunakan motor roda tiga. Baru kemudian dirujuk ke (RSUD) Ar Rozy Probolinggo," imbuhnya.
Baca juga: Kurang dari Satu Jam, Polisi Berhasil Ringkus Keponakan yang Tega Bacok Paman di Sampang
Sementara Kapolsek Wonomerto, AKP Bagus Purnama menjelaskan, pihaknya masih melakukan pendalaman terkait kejadian ini.
Dugaan sementara, perkara tersebut timbul akibat urusan utang piutang.
"Saat ini kami masih melakukan proses pengumpulan keterangan dari tiap pihak. Masih proses penyelidikan. Sementara korban harus dirujuk ke Jember," terang mantan Kasat Narkoba Polres Bondowoso itu.