Kematian TikTokers Cilik Angkasa di Cisadane Disorot, Ibu Ungkap Dugaan Kejanggalan & Upaya Menutupi
M Zulkodri August 12, 2026 10:36 PM

 

POSBELITUNG.CO--Kematian TikTokers cilik Neil Angkasa Satria Negara (13) setelah tenggelam di Kali Cisadane, Tangerang Selatan, menyisakan duka sekaligus sejumlah pertanyaan bagi keluarganya.

Angkasa dilaporkan tenggelam di Kali Cisadane, tepatnya di bawah Perumahan Pesona Serpong, Kelurahan Kademangan, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan, pada Sabtu (25/7/2026).

Setelah dilakukan pencarian selama dua hari, tim gabungan BPBD dan Basarnas menemukan Angkasa dalam kondisi meninggal dunia pada Senin (27/7/2026) pagi.

Namun, ibunda Angkasa, Dewi, belakangan mengungkap sejumlah hal yang menurutnya janggal dalam peristiwa tersebut. 

Dewi menduga terdapat informasi yang tidak disampaikan secara terbuka oleh sejumlah teman Angkasa yang berada bersamanya sebelum kejadian.

Ibu Angkasa Ungkap Dugaan Kejanggalan

Dewi mengatakan dirinya sebenarnya telah berusaha mengikhlaskan kepergian putranya.

Namun, rasa kehilangan tersebut semakin berat setelah mengetahui adanya sejumlah hal yang menurutnya tidak masuk akal terkait peristiwa tenggelamnya Angkasa.

Menurut Dewi, Angkasa pergi bermain ke sungai bersama sejumlah teman pada Sabtu sore. Namun, keluarga tidak langsung mendapat informasi bahwa Angkasa telah tenggelam.

Ia mengaku baru mengetahui kejadian tersebut setelah mendesak salah satu teman Angkasa untuk memberikan informasi.

Dewi menyebut peristiwa tenggelam itu terjadi sekitar pukul 15.30 WIB, sedangkan informasi mengenai kejadian baru diperolehnya sekitar pukul 19.00 WIB.

"Kalau saya tidak mencari, mungkin kasus ini enggak akan pernah terungkap. Dia bersama teman-temannya berjumlah total delapan orang semuanya bungkam, kompak menjawab enggak tahu di mana anak saya," ungkap Dewi melalui akun TikTok miliknya.

Dewi juga mengaku menemukan pakaian dan sandal milik Angkasa berada di lokasi yang menurutnya jauh dari titik kejadian.

Hal tersebut membuat Dewi semakin mempertanyakan apa yang sebenarnya terjadi sebelum Angkasa ditemukan meninggal dunia.

Dewi Klaim Temukan Rekaman CCTV

Selain keterangan dari sejumlah anak yang disebut berada bersama Angkasa, Dewi juga mengungkap adanya rekaman CCTV yang menurutnya dapat memberikan gambaran mengenai aktivitas rombongan tersebut.

Dewi mengatakan salah satu teman Angkasa berinisial A sempat mengirimkan pesan melalui ponsel Angkasa sekitar pukul 17.00 WIB untuk mengajaknya keluar.

Karena Angkasa belum pulang, Dewi kemudian menanyakan keberadaan putranya kepada A.

Menurut Dewi, saat itu A mengaku tidak melihat Angkasa dan menyatakan berada di rumah sejak sore.

Namun, Dewi mengaku kemudian melihat rekaman CCTV yang menunjukkan A berada dalam rombongan anak-anak yang sebelumnya pergi bersama Angkasa ke sungai.

Dewi juga menyebut terdapat percakapan setelah rombongan tersebut meninggalkan lokasi sungai yang menurutnya mengindikasikan mereka mengetahui Angkasa telah tenggelam.

"Kalian bisa lihat di CCTV itu mereka pulang hanya bertujuh. Dan di situ ada percakapan si A ngomong, 'masalahnya posisi dia itu di dalam air. Dia sudah enggak bisa napas'. Artinya anakku memang benar-benar tenggelam," kata Dewi.

Namun, isi percakapan dan rekaman yang disebut Dewi tersebut masih merupakan versi yang disampaikan pihak keluarga dan perlu diverifikasi lebih lanjut oleh pihak berwenang.

Angkasa Disebut Berusaha Menolong Temannya

Dewi juga menyampaikan kronologi yang diperolehnya dari salah satu teman Angkasa.

Menurut cerita yang diterima keluarga, awalnya salah seorang anak hampir tenggelam atau terpeleset ketika berada di sungai.

Angkasa kemudian disebut berusaha memberikan pertolongan.

Namun, upaya tersebut justru berakhir tragis setelah Angkasa ikut tenggelam.

"Aku enggak bisa dibilang dia (anakku) dijorokin, dia tenggelam sendiri, karena memang enggak ada bukti di situ, CCTV di kali. Kita cuma punya bukti saksi," ujar Dewi.

Dewi mengatakan seorang anak berinisial F disebut hampir jatuh ke sungai dan kemudian berusaha ditolong Angkasa.

"Si F berhasil selamat, gantian anakku yang malah tenggelam," katanya. 

Pertanyakan Mengapa Tidak Segera Minta Pertolongan

Hal yang paling dipersoalkan Dewi adalah keterlambatan informasi mengenai kejadian tersebut.

Ia mempertanyakan alasan teman-teman Angkasa tidak segera meminta bantuan kepada warga sekitar setelah mengetahui Angkasa tenggelam.

Menurutnya, terdapat orang yang sedang memancing maupun mencari rumput di sekitar lokasi yang seharusnya dapat dimintai pertolongan.

"Pas anakku tenggelam, si F berusaha nolongin Angkasa, sudah sampai kesundul sama kepala dia. Tapi ternyata anakku sudah pingsan, sudah kehabisan napas, sudah berat, akhirnya tenggelam," ujar Dewi.

"Pertanyaanku kenapa enggak minta pertolongan? Kan ada orang mancing, ada orang cari rumput," sambungnya.

Dewi menilai, apabila pertolongan segera diberikan, setidaknya keberadaan Angkasa bisa lebih cepat ditemukan.

Keluarga Minta Kejelasan

Dewi juga mengaku mendapat cerita bahwa sejumlah anak sempat takut memberi tahu dirinya mengenai kejadian tersebut.

Namun, seluruh informasi yang disampaikan Dewi masih berupa keterangan keluarga dan saksi anak-anak yang perlu dikonfirmasi serta didalami oleh aparat penegak hukum.

Dewi berharap seluruh fakta mengenai kematian putranya dapat terungkap secara jelas.

Ia menegaskan bahwa dirinya tidak ingin menuduh pihak tertentu tanpa bukti.

Namun, keluarga membutuhkan penjelasan mengenai apa yang sebenarnya terjadi sejak Angkasa pergi bermain hingga akhirnya ditemukan meninggal dunia di Kali Cisadane.

Kasus tersebut pun menjadi perhatian setelah Dewi menyampaikan dugaan-dugaan tersebut melalui media sosial.

Hingga kini, setiap dugaan terkait penyebab dan rangkaian kematian Angkasa tetap perlu dibuktikan melalui penyelidikan, pemeriksaan saksi, serta bukti-bukti lain yang dimiliki aparat.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.