Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG ) Lampung mendeteksi sebanyak 78 titik panas ( hotspot ) yang tersebar di 10 kabupaten/kota pada Selasa (11/8/2026).
Baca juga: 23 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Terbanyak di Lampung Tengah
Kabupaten Way Kanan tercatat menjadi wilayah penyumbang titik panas terbanyak di Provinsi Lampung dengan jumlah mencapai 21 lokasi.
Hasil pantauan BMKG menunjukkan sebaran hotspot di Way Kanan terkonsentrasi di Kecamatan Negara Batin dan Umpu Semenguk yang masing-masing menyumbang enam titik.
Selain kedua kecamatan tersebut, lima titik panas lainnya muncul di Blambangan Umpu, dua titik di Negeri Agung, serta masing-masing satu titik di Banjit dan Pakuan Ratu.
Peningkatan kemunculan indikator suhu panas ini menjadi sinyal kewaspadaan tinggi bagi pemerintah daerah di tengah berlangsungnya musim kemarau.
Peringkat daerah terbanyak selanjutnya diisi oleh Kabupaten Lampung Tengah yang mengantongi 13 titik panas, terutama di Kecamatan Bandar Mataram sebanyak delapan titik.
Kabupaten Tulang Bawang dan Tulang Bawang Barat membuntutinya dengan masing-masing terdeteksi memiliki 12 lokasi hotspot.
Sisa sebaran titik panas lainnya terdeteksi di Pesisir Barat enam titik, Lampung Timur empat titik, serta Lampung Utara, Mesuji, dan Pringsewu masing-masing tiga titik.
"Kabupaten Way Kanan menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni mencapai 21 titik berdasarkan hasil pemantauan pemanduan citra satelit," kata Koordinator Data dan Informasi BMKG Lampung Rudi Harianto.
Seluruh hotspot berhasil terpantau dari udara melalui kombinasi teknologi pemantauan satelit NOAA-20, SNPP, dan AQUA sejak dini hari hingga sore hari.
Indikator citra satelit mencatat tingkat kepercayaan (confidence level) anomali suhu permukaan bumi tersebut berada pada kisaran skala 7 hingga 9.
Meskipun memicu potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), BMKG mengingatkan bahwa hotspot merupakan deteksi suhu permukaan yang tetap memerlukan verifikasi langsung di lapangan.
( Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus )