TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kebiasaan langsung menyalakan mesin dan menarik gas tanpa memeriksa kondisi sepeda motor masih kerap dilakukan pengendara.
Padahal, pemeriksaan sederhana sebelum berangkat dapat membantu mengantisipasi gangguan teknis yang berisiko terjadi saat berkendara.
Instruktur Safety Riding Astra Motor Sulawesi Selatan (Asmo Sulsel), Wanny mengatakan keselamatan berkendara tidak hanya ditentukan kemampuan pengendara mengendalikan motor.
Tapi bagaimana kesiapan fisik dan mental pemotor.
"Sebelum berangkat sebaiknya luangkan waktu sebentar melakukan pemeriksaan sederhana," kata Wanny di Makassar, Rabu (12/8/2026).
Rem menjadi salah satu komponen utama yang wajib diperiksa sebelum berkendara.
Pengendara dapat memastikan respons rem depan dan belakang masih berfungsi dengan baik.
Kondisi ban juga perlu diperhatikan.
Pastikan tekanan angin sesuai dan tidak terdapat kerusakan pada permukaan ban yang dapat mengurangi daya cengkeram saat melaju.
Ban yang kondisinya kurang baik dapat meningkatkan risiko kehilangan kendali.
Baca juga: Cara Mudah Cek Oli AHM Asli atau Palsu, Cukup Scan QR Code
Terutama ketika pengendara harus mengerem mendadak atau melintasi jalan dengan kondisi tertentu.
Komponen berikutnya yang tidak kalah penting adalah sistem pencahayaan.
Periksa lampu utama, lampu rem, lampu sein, serta lampu posisi sebelum berangkat.
Lampu bukan hanya berfungsi untuk membantu pengendara melihat kondisi jalan, tetapi juga menjadi sarana komunikasi dengan pengguna jalan lainnya.
Lampu sein yang tidak berfungsi, misalnya, dapat membuat pengendara lain kesulitan membaca arah pergerakan motor.
Pemotor juga perlu memastikan kelengkapan kendaraan dan perlengkapan keselamatan.
Penggunaan helm berstandar SNI, jaket, sarung tangan, celana panjang, dan sepatu tertutup menjadi bagian penting dalam perlindungan pengendara.
Wanny mengingatkan agar pengendara tidak mengabaikan pemeriksaan hanya karena sedang terburu-buru.
Menurutnya, beberapa menit yang digunakan untuk memastikan motor dalam kondisi prima dapat membantu mengurangi risiko gangguan teknis ketika sudah berada di jalan.
"Singkat, tetapi dapat membantu mengurangi risiko kecelakaan akibat gangguan teknis di perjalanan," katanya.
(Tribun-Timur.com/Hasriyani Latif)