Dari Meja Pelayanan ke Garis Finish, Kisah Ibu-ibu DPMPTSP Sulut Taklukkan 17 Kilometer
Ventrico Nonutu August 12, 2026 11:22 PM

ADA cerita yang mungkin tidak tercatat dalam daftar pemenang, tetapi justru menjadi kisah menarik di balik semarak Lomba Gerak Jalan Puteri 17 Kilometer dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Cerita itu datang dari regu DPMPTSP Provinsi Sulawesi Utara.

Tak ada atlet profesional di dalam barisan tersebut.

Mayoritas merupakan ASN perempuan yang sehari-hari lebih akrab dengan meja pelayanan, komputer, berkas perizinan, hingga melayani kebutuhan masyarakat.

Namun pada momen perayaan kemerdekaan kali ini, mereka harus meninggalkan sejenak rutinitas kantor.

Seragam kerja berganti dengan pakaian olahraga.

Meja pelayanan berganti jalan raya.

Dan tantangan yang dihadapi bukan lagi tumpukan berkas, melainkan rute sepanjang 17 kilometer.

Di awal perjalanan, semangat masih membara.

Langkah kompak. Suara lantang. Wajah penuh percaya diri.

Tetapi 17 kilometer rupanya bukan jarak yang mudah.

Ketika garis finish masih terasa jauh, tenaga mulai terkuras.

Napas terengah-engah dan kaki perlahan terasa berat.

Bahkan, sempat terdengar kabar yang cukup mengundang senyum.

Salah satu peserta menghubungi panitia dan menyampaikan bahwa mereka mulai tak sanggup melanjutkan perjalanan.

Namun, ada satu hal yang membuat mereka akhirnya kembali mengumpulkan tenaga.

Sang pimpinan sudah menunggu di garis finish.

Bukan sekadar menunggu, sang Kepala Dinas DPMPTSP bahkan memberikan dukungan langsung menggunakan pengeras suara.

“Ayo semangat! Saya tunggu sampai di garis finish!”

Teriakan penyemangat itu terus menggema.

“Ayo, sedikit lagi!”

“DPMPTSP luar biasa!”

Dorongan tersebut menjadi energi tambahan bagi para peserta yang sudah mulai kehabisan tenaga.

Satu langkah dilanjutkan dengan langkah berikutnya.

Meski pelan, mereka terus bergerak.

Hingga akhirnya, perjuangan panjang itu berbuah tuntas.

Finish!

Rasa lelah seketika berubah menjadi kegembiraan. Mereka berhasil menyelesaikan tantangan 17 kilometer.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sulawesi Utara, Audy Pangemanan, melihat semangat tersebut sebagai gambaran bahwa kegiatan olahraga bukan hanya tentang perlombaan.

Menurutnya, kegiatan seperti gerak jalan juga menjadi ruang untuk membangun kebersamaan, disiplin dan semangat.

“Yang paling penting bukan hanya soal siapa yang cepat sampai finish. Tetapi bagaimana kita menjaga semangat, kebersamaan dan kekompakan sampai garis akhir,” ujar Audy.

Ia mengapresiasi antusiasme para peserta yang ikut memeriahkan rangkaian perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Menurut Audy, semangat masyarakat dan para peserta menjadi bagian penting dalam membuat kegiatan olahraga semakin hidup.

"Kisah ibu-ibu DPMPTSP pun menjadi cerita kecil yang menggambarkan semangat tersebut," jelasnya.

(TribunManado.co.id/Ren)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.