Workshop DAAD 2026 USK Dorong Transformasi Bioteknologi dan Pertanian Berkelanjutan
Ansari Hasyim August 12, 2026 10:37 PM

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Pusat Riset Inovasi dan Teknologi Pakan (PR-ITP) Universitas Syiah Kuala (USK) menggelar International Workshop DAAD 2026 dengan tema “Transforming Biotechnology and Agriculture: Bridging Biodiversity and Digital Innovation for Natural Sustainability” di Hermes Palace Hotel, Banda Aceh, Rabu (12/8/2026).

Kegiatan yang didanai DAAD (Deutscher Akademischer Austauschdienst/German Academic Exchange Service) Indonesia tersebut dibuka Wakil Rektor Bidang Akademik USK, Prof. Dr. Heru Fahlevi, S.E., M.Sc., Ak., CA.

Workshop ini menjadi forum internasional yang mempertemukan akademisi, peneliti, pemerintah, organisasi internasional, dan praktisi untuk membahas arah transformasi bioteknologi dan pertanian yang berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Heru menekankan pentingnya memperkuat kolaborasi internasional untuk meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan inovasi di perguruan tinggi.

Baca juga: Keren! Unimal Satu-satunya PTN di Sumatera Miliki Prodi Bioteknologi

Menurutnya, tantangan pembangunan pertanian dan lingkungan saat ini tidak dapat diselesaikan secara sektoral, melainkan membutuhkan pendekatan lintas disiplin serta kerja sama antarnegara.

“Kolaborasi internasional menjadi salah satu kunci dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan yang semakin kompleks. Perguruan tinggi harus mampu menjadi ruang kolaborasi bagi berbagai disiplin ilmu dan pemangku kepentingan,” ujarnya.

Penyelenggaraan workshop internasional tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya USK memperluas jejaring akademik dan riset global. Dalam beberapa waktu terakhir, USK terus mendorong penguatan kemitraan internasional sebagai bagian dari strategi meningkatkan daya saing universitas.

Ketua PR-ITP USK, Prof. Dr. Ir. Samadi, M.Sc., IPU, mengatakan workshop tersebut tidak hanya dirancang sebagai ruang pertukaran pengetahuan, tetapi juga sebagai wadah membangun kolaborasi konkret di bidang bioteknologi, pertanian, biodiversitas, dan bioekonomi.

“Melalui kegiatan ini, kita ingin mempertemukan berbagai perspektif dan pengalaman dari dalam maupun luar negeri. Harapannya, diskusi yang berlangsung tidak berhenti pada pertukaran gagasan, tetapi dapat dilanjutkan dalam bentuk kerja sama riset, inovasi, pengembangan teknologi, maupun pengabdian kepada masyarakat,” kata Samadi.

International Workshop DAAD 2026 menghadirkan sejumlah pembicara dari berbagai institusi nasional dan internasional.

Para pembicara utama di antaranya Prof. Iskandar Z. Siregar dari IPB University, Prof. Renezita Sales Come, PhD dari Visayas State University, Filipina, Asfri Winaldi Rangkuti, M.Sc. dari FAO Regional Office for Asia and the Pacific, Thailand, serta Dr. rer. nat. Shahril Anuar Bahari dari MUTQAN, Malaysia.

Berbagai isu strategis dibahas dalam workshop tersebut, mulai dari pemanfaatan bioteknologi untuk mendukung sektor pertanian, konservasi keanekaragaman hayati, transformasi digital pertanian, hingga pengembangan bioekonomi sebagai pendekatan dalam menghadapi perubahan iklim dan tantangan ketahanan pangan.

Kegiatan ini diselenggarakan PR-ITP USK bekerja sama dengan Perhimpunan Alumni Jerman (PAJ) Aceh serta Pusat Riset Pembangunan Pedesaan dan Pertanian Berkelanjutan (PR-P3B) USK.

Kolaborasi tersebut dinilai penting dalam membangun ekosistem riset dan inovasi yang mampu menjawab berbagai persoalan pembangunan secara lebih komprehensif.

Rangkaian International Workshop DAAD 2026 berlangsung selama dua hari. Setelah sesi ilmiah di Banda Aceh pada 12 Agustus, para peserta akan mengikuti field trip ke Pulau Sabang pada Kamis (13/8/2026).

Kegiatan lapangan tersebut akan difokuskan pada community service serta pembelajaran mengenai pertanian berkelanjutan, biodiversitas laut, dan pengembangan bioekonomi.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, PR-ITP USK berharap workshop dapat menghasilkan gagasan dan jejaring baru yang mendukung lahirnya inovasi berbasis bioteknologi dan digitalisasi.

Selain itu, kegiatan ini diharapkan turut memperkuat posisi Aceh dan Indonesia dalam jejaring riset internasional, khususnya di bidang pertanian berkelanjutan.

International Workshop DAAD 2026 juga menjadi momentum bagi USK untuk terus memperkuat peran perguruan tinggi sebagai ruang bertemunya ilmu pengetahuan, teknologi, masyarakat, dan jejaring global dalam menghadirkan solusi terhadap berbagai tantangan pembangunan berkelanjutan.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.