TRIBUN-BALI.COM - Hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU), menunjukkan kinerja dunia usaha di Provinsi Bali pada triwulan II 2026, tumbuh dibandingkan triwulan sebelumnya.
Hal ini tecermin pada Nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sebesar 49,32 persen, naik dari 16,05 persen pada triwulan I 2026. Peningkatan optimisme dunia usaha pada triwulan II 2026 ini, merupakan yang tertinggi dalam beberapa triwulan terakhir, didorong menguatnya pariwisata, meningkatnya pembangunan akomodasi wisata dan aktivitas sektor jasa.
Adapun secara terinci, peningkatan kegiatan dunia usaha didorong kenaikan kinerja pada LU Penyediaan
Akomodasi dan Makan Minum dari minus 8,32 persen pada triwulan I 2026 menjadi 14,62 persen dan LU Konstruksi dari minus 2,22 persen menjadi 6,66 persen pada triwulan II 2026.
Baca juga: LITERASI & Inklusi di Bali Lebih Tinggi dari Nasional, OJK Geber Agar Tak Ada Kena Rayuan Hal Ilegal
Baca juga: POLEMIK Kos-kosan Kena Pajak, DJP Berikan Penjelasan Bahwa Semua Akan Sesuai Ketentuan yang Berlaku!
Liburan sekolah yang mendorong kenaikan jumlah kunjungan wisatawan. Berdasarkan data BPS, terdapat
peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara sebesar 18,41 persen (qtq) dari 1,46 Juta menjadi 1,73 Juta
orang.
Lebih lanjut, kinerja LU Konstruksi meningkat pada triwulan II 2026, seiring peningkatan jumlah proyek di Provinsi Bali pada triwulan II 2026. Peningkatan tersebut terutama didorong bertambahnya
proyek bangunan komersial yang terkait sektor pariwisata (hotel, vila, dan fasilitas wisata).
Di sisi lain, LU Jasa dan Kegiatan Lainnya turut memberikan optimisme pada dunia usaha, dengan peningkatan SBT LU Jasa dan Kegiatan Lainnya sebesar 2,98 persen (qtq) atau dari minus 1,98 persen pada triwulan I
2026 menjadi 0,99 persen pada triwulan II 2026.
Lebih lanjut, peningkatan pada LU Jasa Keuangan tidak terlepas dari adanya geliat aktivitas ekonomi selama triwulan II 2026. Selain dipengaruhi high season liburan sekolah, peningkatan juga dipengaruhi oleh meningkatnya penyaluran kredit, kuatnya kinerja perbankan, bertambahnya transaksi keuangan digital, serta meningkatnya kebutuhan layanan keuangan akibat aktivitas ekonomi yang semakin tinggi.
Responden memprakirakan kegiatan usaha pada triwulan III 2026, meningkat dengan SBT sebesar 60,57 persen. Peningkatan kinerja diprakirakan terjadi pada LU Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan, LU Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum, LU Informasi dan Komunikasi, dan LU Jasa Pendidikan.
Kenaikan pada LU Pertanian dan Kehutanan didorong meningkatnya volume porduksi/panen pada
komoditi padi, daging & telur ayam, serta kelapa, di mana kenaikan produksi ini juga diikuti kenaikan
harga dibanding dibanding triwulan sebelumnya.
Sedangkan untuk LU Pendidikan dan LU Informasi dan Komunikasi, didorong oleh memasukinya tahun ajaran baru yang dimulai pada Juli 2026 ini. SKDU merupakan survei triwulanan Bank Indonesia, bertujuan untuk memberikan gambaran tentang kondisi keuangan dunia usaha, memberikan indikasi arah perkembangan perekonomian, serta menyediakan informasi tentang ekspektasi pelaku usaha terhadap perkiraan inflasi.
Pelaksanaan SKDU di Provinsi Bali dilakukan terhadap 130 pelaku usaha, yang tersebar di seluruh Provinsi Bali dan mewakili 17 kategori lapangan usaha. Metode perhitungan dilakukan dengan saldo bersih tertimbang yakni dengan menghitung selisih antara persentase jumlah responden yang memberikan jawaban meningkat dengan
persentase jumlah respon yang memberikan jawaban menurun, dan dengan memperhitungkan bobot
masing-masing lapangan usaha. (*)