Siswa SDK Delo Sumba Barat Daya Belajar Nilai Integritas dari Program KPK Mengajar
Ryan Nong August 12, 2026 11:19 PM

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Piter

POS-KUPANG.COM,TAMBOLAKA -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyambangi Sekolah Dasar Katolik (SDK) Delo di  Desa Delo, Kecamatan Wewewa Barat, Sumba Barat Daya, NTT, Senin 10 Agustus 2026.

Kedatangan KPK ke sekolah itu merupakan salah satu upaya  memperluas jangkauan pendidikan antikorupsi hingga satuan pendidikan di daerah melalui program KPK Mengajar.

Kehadiran KPK tersebut untuk nengajarkan  mengenal nilai integritas melalui kebiasaan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Terdapat 149 anak sekolah tersebut belajar tentang nilai integritas yang diajarkan KPK.

Baca juga: KPK RI Gaungkan Antikorupsi di TTS, Ketua DPRD Imbau Masyarakat Aktif Ambil Bagian

Kegiatan tersebut menempatkan kejujuran dan keberanian sebagai dua nilai penting dalam pembentukan karakter anak. Pesan antikorupsi disampaikan dengan pendekatan yang dekat dengan keseharian peserta didik, sehingga integritas tidak hanya dikenalkan sebagai pengetahuan, tetapi juga sebagai sikap yang dapat dipraktikkan sejak dini.

“Kami ingin mengajarkan dan mengingatkan kembali tentang kejujuran. Karena hal  ini adalah inti utama yang harus kita tanamkan dalam diri kita. Selain itu juga keberanian dan nilai-nilai antikorupsi lainnya,” ujar Medio, Kasatgas 1 Direktorat Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK.

Dijelaskan, membangun integritas tidak selalu  dimulai dari hal-hal yang kompleks. Kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten dapat menjadi bagian dari proses pembentukan karakter, seperti berkata dan bertindak jujur, berani mengakui kesalahan, bertanggung jawab terhadap tugas, serta menghormati hak orang lain.

Kejujuran menjadi salah satu fondasi penting karena membentuk pribadi yang dapat dipercaya. Adapun keberanian dibutuhkan agar seseorang mampu mempertahankan kebenaran, termasuk berani mengatakan tidak terhadap tindakan yang bertentangan dengan nilai integritas.

Melalui  program KPK Mengajar, nilai-nilai tersebut diperkenalkan dalam konteks kehidupan peserta didik. Pendekatan ini diharapkan membantu siswa memahami bahwa perilaku antikorupsi dapat dimulai dari pilihan-pilihan sederhana yang mereka lakukan setiap hari.

"Sekolah memiliki peran strategis dalam proses tersebut. Bersama keluarga dan lingkungan masyarakat, sekolah menjadi ruang untuk membangun kebiasaan positif sekaligus memperkuat karakter siswa melalui nilai kejujuran, tanggung jawab, disiplin, keberanian, dan kepedulian," kata Medio.

Kehadiran KPK di SDK Delo juga menjadi bagian dari upaya memperluas akses pendidikan antikorupsi ke berbagai daerah. Program ini mendorong agar pesan integritas tidak hanya menjangkau satuan pendidikan di pusat-pusat perkotaan, tetapi juga hadir di lingkungan pendidikan daerah.

KPK berharap pengenalan nilai-nilai antikorupsi sejak bangku sekolah dapat menjadi bagian dari proses panjang membentuk generasi yang memiliki pengetahuan sekaligus karakter kuat. Dengan pembiasaan sejak dini, siswa diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang mampu menjaga kejujuran, bertanggung jawab atas tindakannya dan memiliki keberanian untuk mempertahankan nilai yang benar.

Upaya tersebut menjadi bagian penting dari pemberantasan korupsi yang tidak hanya dilakukan melalui penindakan, tetapi juga melalui pencegahan dan pembangunan budaya integritas. Prosesnya dimulai dari lingkungan terdekat dan kebiasaan sehari-hari, termasuk dari bangku sekolah. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.