Kabut Asap Mulai Masuk Banjarmasin, Dinkes Minta Puskesmas Siaga Lonjakan Pasien ISPA
Budi Arif Rahman Hakim August 12, 2026 10:52 PM


BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kabut asap mulai masuk Kota Banjarmasin, terutama saat pagi hari dalam sepekan terakhir. Tampak jarak pandang beberapa meter sudah tak sejernih sebelumnya.

Asap tersebut ditengarai kiriman dari kabupaten lain di Kalimantan Selatan (Kalsel), yakni Banjar, Banjarbaru, hingga Tanahlaut.

Imbas masuknya kabut asap, penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan diare pun menjadi ancaman di tengah musim kemarau.

Guna mengantisipasi lonjakan pasien, Dinkes Banjarmasin telah mengeluarkan Surat Kewaspadaan Dini Penyakit ISPA dan Diare kepada seluruh Puskesmas agar siap siaga memberikan pelayanan kesehatan.

Terkait langkah pencegahan mandiri, warga diimbau mengonsumsi makanan bergizi seimbang untuk menjaga imunitas tubuh.

Kemudian, mengurangi aktivitas di luar rumah, terutama saat terjadi kabut asap.

Baca juga: Target Investasi 2026 Baru Terealisasi 27 Persen, Banjar Andalkan Pertanian, Prikanan dan Priwisata

Baca juga: Kalsel Expo 2026 Dibuka, Pemprov Targetkan Perputaran Transaksi Rp15 Miliar

"Selalu menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan. Dan  menjaga kebersihan makanan, jajanan, dan sumber air minum," papar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banjarmasin, Yanuar Diansyah, Rabu (12/8/2026).

Dikutip data Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, sebanyak 1.484 kasus ISPA ditemukan pada Juni 2026.

"Di bulan Juli, kasus ISPA justru turun 184 menjadi 1.300 kasus," ujarnya.

Sementara, secara perbandingan tahunan (YoY), di pekan ke-31 di 2025 jumlah kasus ISPA tercatat 844 kasus, sedangkan pekan ke-31 tahun ini tercatat 604 kasus.

Penderita ISPA di Banjarmasin, dijelaskan Yanuar, didominasi orang dewasa. Ini sebab, akibat tingginya aktivitas di luar rumah saat terpapar asap karhutla dan debu.

Meski kasusnya melandai, pihaknya tetap mengimbau masyarakat tetap waspada dan menerapkan pola hidup sehat.

Di sisi lain, kasus diare justru meningkat hingga Juli 2026. Pada Juni terdapat 827 kasus sebulan kemudian pada Juli 2026 kasusnya naik menjadi 945.

Penderita diare di Banjarmasin mayoritas anak-anak, yang diakibatkan konsumsi jajanan yang terpapar debu.

"Di musim kemarau ini juga terjadi penurunan kualitas air baku, yang saat ini diketahui terjadi kenaikan kadar garam," bebernya. (Banjarmasinpost.co.id/mariana)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.