WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Panggung AQUA DBL Dance 2026 North Jakarta kembali menghadirkan beragam interpretasi budaya Indonesia dari para dancer pelajar.
Melalui gerakan, musik, hingga busana, setiap tim memiliki cara tersendiri untuk menerjemahkan semangat “100 persen Indonesia”.
SMA Bina Tunas Bangsa (BTB) dan SMAN 13 Jakarta (Dance of Thirteen) tampil dengan konsep berbeda yang sama-sama mengangkat kekayaan budaya Nusantara, Selasa (11/8).
BTB memilih membawa nuansa Batak Toba melalui iringan lagu tradisional “Sik Sik Sibatumanikam” yang berasal dari Sumatera Utara.
Alunan musik tersebut menjadi bagian penting dalam membangun karakter penampilan mereka di atas panggung.
Identitas budaya Batak Toba juga diperkuat melalui busana para dancer. Kombinasi warna putih, kuning, dan biru membuat penampilan BTB terlihat cerah sekaligus memberikan kesan kuat pada setiap gerakan yang ditampilkan.
Sementara itu, Dance of Thirteen mengajak penonton mengenal budaya Toraja melalui konsep bertajuk “Perjalanan Melintasi Batas Kehidupan dan Dunia Spiritual”.
Konsep tersebut terinspirasi dari filosofi masyarakat Toraja mengenai hubungan antara kehidupan, kematian, serta penghormatan terhadap leluhur.
Salah satu elemen yang menjadi inspirasi utama adalah tradisi Ma’nene, yang menggambarkan eratnya hubungan antara keluarga dengan para leluhur.
Dance of Thirteen kemudian menerjemahkan gagasan tersebut melalui perpaduan gerak kontemporer, hip hop, dan berbagai unsur budaya Nusantara.
Tidak hanya mengedepankan sisi visual, penampilan mereka juga membawa pesan mengenai kehidupan, perubahan, hubungan manusia dengan leluhur, serta pentingnya menjaga warisan tradisi.
Dua penampilan tersebut menjadi bukti bahwa semangat “100 % Indonesia” dapat diterjemahkan melalui beragam pendekatan.
BTB menghadirkan identitas Batak Toba lewat musik dan warna, sementara Dance of Thirteen membawa filosofi Toraja ke dalam bahasa gerak yang lebih modern.