Laporan Wartawan TribunGayo.com Rasidan | Gayo Lues
TribunGayo.com, BLANGKEJEREN - Satu unit mobil pikap jenis L300 milik Kepala Desa (Penghulu) di Kecamatan Tripe Jaya nyaris hayut di Sungai Kala Tripe, Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh, Rabu (12/8/2026) sekitar pukul 12.00 WIB.
Peristiwa ini terjadi setelah pengemudi nekat menerobos derasnya arus sungai akibat tidak adanya jembatan penghubung.
Mobil tersebut sempat terjebak ditengah derasnya aliran air dan hampir tenggelam.
Beruntung, warga sekitar bergerak cepat memberikan bantuan dengan menarik kendaraan keluar dari sungai secara bersama-sama.
“Pemilik kendaraan nekat menerobos Sungai Kala Tripe karena tidak ada akses jembatan.
Naas, di tengah sungai mobil milik kepala desa itu terjebak dan nyaris hanyut,” ujar Iskandar, tokoh pemuda Tripe Jaya.
Kejadian ini merupakan dampak dari putusnya Jembatan Rerebe akibat diterjang banjir bandang pada akhir November 2025.
Hingga saat ini, belum ada tanda-tanda pembangunan kembali jembatan penghubung utama yang menghubungkan pusat Kecamatan Tripe Jaya dengan Ibu Kota Blangkejeren tersebut.
Sebagai jalur darurat, warga hanya mengandalkan jembatan gantung alternatif yang sebetulnya hanya diperuntukkan bagi pejalan kaki dan kendaraan roda dua.
Iskandar menambahkan, ketiadaan akses roda empat membuat masyarakat dari enam desa mengambil risiko tinggi untuk menyeberangi sungai secara langsung.
“Mau tidak mau, sebagian pemilik kendaraan roda empat nekat menerobos derasnya air sungai saat hendak melakukan perjalanan keluar dari kecamatan, meskipun bertaruh nyawa,” jelasnya.
Secara terpisah, Camat Tripe Jaya, Zia Ulhaq, membenarkan bahwa putusnya Jembatan Rerebe telah mengisolasi enam dari sembilan desa di wilayahnya.
Ia sangat berharap Pemerintah Kabupaten dan Provinsi segera membangun kembali jembatan permanen agar mobilitas masyarakat kembali normal.
Meski begitu, Zia mengimbau warga untuk tidak memaksakan diri menerobos arus sungai yang membahayakan keselamatan.
"Seharusnya warga tidak nekat menerobos derasnya air sungai menggunakan kendaraan.
Kejadian hari ini, di mana mobil pikap milik Penghulu Paya Kumer yang nyaris hanyut menjadi peringatan bagi kita semua," demikian ujarnya. (*)
Baca juga: Harga Minyak Serai Wangi di Gayo Lues Tembus Rp 450.000 per Kilogram
Baca juga: Pencurian Ternak Marak di Gayo Lues, Lima Warga Rema Kehilangan Kerbau dan Sapi
Baca juga: Harga Bawang Merah di Gayo Lues Anjlok Ditengah Memasuki Musim Panen Raya