TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Warga Jurugsari, Padukuhan Joho, Condongcatur, Kabupaten Sleman tampak antusias mengikuti senam bersama sembari melestarikan budaya jawa.
Mereka memulai gerakan senam sembari melantunkan tembang jawa Jurugsari Sumringah yang mampu membangkitkan suasana memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Tingginya partisipasi tersebut menunjukkan kegiatan yang dikemas secara bersama-sama mampu menjadi ruang bertemu, berinteraksi, sekaligus mempererat semangat guyub rukun warga RW 57 Jurugsari dan warga sekitar.
Panitia Koordinator Seksi Dokumentasi dan Humas Margunanto Johan mengatakan, kegiatan “Senam Sehat Bugar Bersama” telah sukses dilaksanakan beberapa hari lalu.
Panitia juga mencatat kehadiran rombongan mahasiswa luar jawa yang sedang melaksanakan KKN di Kampung Wisata Brayut dan Hadir pula kelompok seniman turut memeriahkan acara.
"Rombongan pedagang pasar dari luar wilayah juga mengaku tertarik datang setelah melihat video promosi bernuansa satir di media sosial," kata pria yang akrab di sapa Oyenk, Rabu (12/8/2026).
Menurut Oyenk, ada 55 mahasiswa baru dari UGM yang terlibat tidak hanya dalam membantu persiapan dan teknis pelaksanaan kegiatan, pengaturan peserta, serta pelayanan di lapangan, mereka juga turut memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai persoalan sampah dan kesehatan.
"Kehadiran mereka menjadi bagian penting dari kolaborasi antara masyarakat dan lingkungan perguruan tinggi yang memberikan manfaat langsung bagi warga," jelasnya.
Dia menuturkan kegiatan senam dibuka dengan lagu berbahasa Jawa yang mereka sebut “Jurugsari Sumringah” yang langsung membangkitkan semangat peserta.
Senam kemudian dipandu oleh instruktur dua instruktur yang penuh energi, membuat suasana lapangan semakin meriah.
Selain senam sehat, kegiatan juga diramaikan oleh UMKM kuliner warga Jurugsari, tebus sembako murah, serta pemeriksaan kesehatan fisik dan konsultasi psikologis gratis.
"Layanan kesehatan tersebut diprakarsai oleh sejumlah warga Jurugsari yang berprofesi sebagai dokter dan psikolog , sebagai bentuk kepedulian sekaligus kontribusi warga dalam memberikan layanan dan edukasi kesehatan kepada sesama warga dan peserta kegiatan," katanya.
Dalam rangkaian acara juga dilaksanakan penyerahan piala dan hadiah kompetisi outbound antar-RT se-Padukuhan Joho yang disambut meriah oleh warga.
Kompetisi outbound tersebut diselenggarakan bukan semata-mata untuk mencari pemenang, melainkan sebagai sarana belajar bersama, melatih kerja sama, kekompakan, dan komunikasi antarwarga sehingga semangat guyub rukun semakin kuat.
Dilakukan pula pengundian doorprize utama berupa sepeda gunung.
"Di Jurugsari ini kan ada tradisi yang tidak pernah putus sejak tahun 1974, yaitu upacara bendera dan tabur bunga, serta tiap HUT RI ada kompetisi outbound yang pada kali ini akan dimulai untuk antar RT se padukuhan Joho untuk media belajar," sambungnya.
Salah satu peserta, Drs H Sidiq Pramana Widagda MM (70), Pimpinan Pondok Pesantren Roudlotul Jannah, Bantul mengaku sangat terkesan dengan kegiatan tersebut.
“Anak-anak, pemuda, bapak-ibu, hingga para sepuh dapat berkumpul, bercengkerama, dan saling menguatkan dalam suasana rukun dan penuh persaudaraan," tuturnya.
Hal lain juga disampaikan oleh beberapa peserta dari daerah kalasan bahwa harapannya agar kegiatan semacam ini tidak hanya diselenggarakan dalam rangka memperingati HUT ke-81 RI saja, tetapi juga dapat menjadi agenda kebersamaan warga pada berbagai kesempatan lainnya.
Kegiatan ini dapat terlaksana dengan dukungan beberapa pihak di antaranya Pegadaian Cabang Kentungan, UD. Material “Om Edi”, GMA Group (tour & travel, umroh, rent car, barbershop, dan konveksi), Universitas Gadjah Mada (UGM), BSI Bank Syariah Indonesia, serta seluruh warga RW 57 Jurugsari. (hda)