Wasit Dilaporkan Jadi Korban Penganiayaan saat Memimpin Pertandingan Tarkam di Bogor, Ini Kata PSSI
Irwan Wahyu Kintoko August 13, 2026 11:35 AM

 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Turnamen sepakbola antarkampung (tarkam) memakan korban. 

Seorang wasit dilaporkan terluka setelah diduga dianiaya sekelompok suporter dalam pertandingan tarkam open di wilayah Sukajaya, Kabupaten Bogor.

Kabar tersebut dibenarkan Rudi, wasit nasional asal Depok, Senin (11/8/2026) malam.

Hingga kini, identitas korban serta kronologi lengkap kejadian belum diketahui secara pasti.

Baca juga: Wasit Tarkam di Bogor Dikabarkan Meninggal Diduga Dianiaya Suporter, PSSI Soroti Soal Lisensi

Peristiwa tersebut mendapat perhatian serius dari PSSI.

Sekjen PSSI Yunus Nusi mengaku prihatin dengan kembali terjadinya kekerasan dalam pertandingan tarkam.

PSSI menemukan persoalan lain dalam penyelenggaraan tarkam, yakni penggunaan wasit yang tidak memiliki lisensi serta pertandingan yang digelar tanpa rekomendasi dari PSSI.

"Kami prihatin, terinfo wasit yang memimpin tidak memiliki lisensi, tarkam juga tidak melaporkan dan tidak meminta rekomendasi dari PSSI, baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota," kata Yunus Nusi di Kemenpora, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (12/8/2026).

Baca juga: Soroti Wasit Tarkam yang Meninggal di Bogor, PSSI Minta Polisi Tidak Beri Izin Tanpa Ada Rekomendasi

Menurut Yunus, rekomendasi PSSI diperlukan untuk memastikan penyelenggaraan pertandingan berjalan sesuai regulasi.

Salah satunya memastikan wasit yang bertugas memiliki lisensi dan memahami aturan pertandingan.

PSSI menilai penggunaan wasit yang kompeten dapat membantu meminimalkan potensi keributan di lapangan. 

Sebaliknya, pertandingan yang dipimpin wasit tanpa pengetahuan dan lisensi yang memadai berpotensi menimbulkan persoalan.

Baca juga: Unjuk Gigi Jadi Kiper di Lapangan Tarkam, Ini Cerita Fedi Nuril Mampu Tepis Tendangan Penalti Lawan

"Apabila tidak ada rekomendasi dari PSSI, tarkam tersebut tidak diizinkan," tegasnya.

"Kalau wasit yang memimpin tidak mengetahui aturan dan regulasi, tentu berakibat pada pertandingan yang dijalankan," lanjut dia.

Yunus Nusi juga meminta pemerintah daerah hingga tingkat desa dan kelurahan berkoordinasi dengan PSSI sebelum menggelar kegiatan sepak bola.

Baca juga: Cerita Ahmad Habibie Pernah Setahun Nganggur Sambil Tarkam hingga Jadi Kiper Futsal Terbaik se-Asia

Kedepan penyelenggara tarkam tidak hanya berorientasi pada terlaksananya pertandingan, tetapi juga memperhatikan aspek keamanan, regulasi, serta kualitas perangkat pertandingan.

Terkait tarkam yang tetap berjalan tanpa rekomendasi PSSI, Yunus mengaku telah meminta pihak kepolisian untuk tidak mengeluarkan izin keramaian.

"Saya minta kepolisian agar apabila tidak ada rekomendasi dari PSSI setempat, izin keramaian tidak dikeluarkan," katanya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.