Ekspresi Diri Melalui Hobi, Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 5 Halaman 52 Kurikulum Merdeka Revisi
Theo Rizky August 13, 2026 12:19 PM

TRIBUNPEKANBARU - Berikut Kunci Jawaban dalam soal Bahasa Indonesia Kelas 5 Halaman 52 Aktivitas 2 Bab 3 Ekspresi Diri Melalui Hobi Kurikulum Merdeka Revisi.

Berbicara, Berdiskusi, dan Mempresentasikan, pahami dengan baik: 

Membaca

Berikut ini ada dua jenis informasi tentang hobi seseorang. Informasi pertama berbentuk teks cerita. Informasi kedua merupakan gabungan antara gambar dan teks. Cermatilah keduanya dengan baik.

Teks 1

Reno dan Barang Bekas

Namaku Reno, ayahku seorang pemulung. Setiap hari ayahku membawa banyak sekali barang-barang yang bisa dijual kembali. Setiap sore dalam gerobaknya selalu kutemukan aneka kardus bekas, botol-botol plastik dan kaca, besi, baju-baju bekas, buku, tas rusak, bahkan alat elektronik.

Barang-barang itu dikelompokkan sesuai jenisnya, lalu dijual ke penampung. Menurutku, pekerjaan ayahku sangat penting karena membantu memperpanjang usia pakai barang.

Saat ini ada banyak sekali barang tak terpakai yang memenuhi Bumi. Jika barang-barang itu tak diolah kembali, sampah akan menumpuk. Planet yang biru ini akan menjadi planet sampah.

Aku suka mengambil beberapa barang yang ditemukan ayah. Saat senggang, aku akan mengolah barang-barang itu menjadi sesuatu yang baru. Dengan barang-barang itu, aku membuat mobil-mobilan, permainan wayang, bahkan rak kecil cantik untuk adikku.

Suatu hari di kelas, bu guru Mita menunjukkan video tentang seorang anak lelaki yang jago masak. Anak itu seumuran denganku, yaitu 11 tahun.

Dia merekam kegiatannya, mulai dari memasak hingga menata hidangan. Menurutku videonya sangat keren. Video itu memberi inspirasi pada banyak orang bahwa waktu senggang bisa diisi dengan hal bermanfaat, seperti memasak dan membuat video.

Aku jadi terpikir untuk merekam hobiku mendaur ulang barang bekas. Bisa saja videoku itu menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk mendaur ulang sampah di rumah mereka.

Ide itu kusampaikan kepada adik bungsu ayah yang biasa kupanggil Mang. Ia sangat suka dengan ideku.

Mang bahkan mau meminjamkan telepon genggamnya untukku. Bukan cuma itu, ia juga mengajarkanku cara mengedit video dan mengunggahnya di media sosial. Betapa gembira hatiku. Kumanfaatkan sebaik-baiknya kesempatan itu.

Benda pertama yang kubuat adalah mainan bus tingkat dari kardus. Mang membelikan cat air agar aku bisa mewarnai bus itu. Kurekam setiap langkah pembuatannya, lalu kuedit, dan kuposting di media sosial.

Mang membantu membagikan video itu di akun media sosialnya. Katanya, supaya videoku bisa dilihat lebih banyak orang.

Pada mulanya tak banyak orang yang melihat videoku. Video pertamaku hanya dilihat oleh 20 orang. Namun, Mang bilang, aku harus terus mengunggah video lainnya.

Setiap video akan menarik penggemarnya masing-masing. Makin banyak video yang kuunggah, akan makin banyak pula orang yang melihatnya.

Mang juga menasihati bahwa hobiku mendaur ulang dan merekamnya tidak boleh tergantung pada banyaknya orang yang melihat. Hobiku itu cerminan diri dan kreativitasku. Aku harus terus melakukannya. Kata-kata Mang menambah semangatku.

Akhirnya, setelah enam bulan aku mulai melihat perubahan. Videoku yang ke-12 mendapat jumlah penonton yang cukup banyak. Jumlahnya hampir 50 ribu orang!

Video itu menampilkan upayaku mengubah kardus menjadi rumah boneka. Di rumah itu kutaruh boneka plastik yang ditemukan ayah di sebuah perumahan. Boneka itu memakai baju cantik yang kubuat dari baju bekas. Orang-orang memberikan komentar yang baik di video itu. Aku jadi tambah semangat.

Kini, jumlah pengikutku di media sosial sudah hampir mencapai angka 20 ribu orang. Aku senang dengan tanggapan mereka yang baik terhadap semua videoku. Orang-orang menyebutku sebagai pembuat konten.

Namun, aku tidak merasa demikian. Jauh di lubuk hati, aku hanya ingin dianggap sebagai orang yang memberi inspirasi. Dengan hobiku ini, aku ingin orang-orang tahu bahwa barang-barang yang tak terpakai lagi sebaiknya didaur ulang. Kegiatan itu bukan cuma memperpanjang usia barang, tetapi juga menambah nilai gunanya.

Aktivitas 2

Berbicara, Berdiskusi, dan Mempresentasikan

Kamu sudah membaca kisah Reno dan hobinya. Sekarang ayo berdiskusi tentang teks tersebut.

1. Apa yang membuat Reno tertarik untuk memvideokan kegiatannya mendaur ulang barang?

2. Apa yang membuat Reno berpikir pekerjaan ayahnya sangat penting?

3. Menurutmu, apa yang akan terjadi jika Mang tidak mendukung ide Reno untuk membuat video?

Jawaban:

1. Reno tertarik setelah melihat video seorang anak seusianya yang pandai memasak. Video tersebut menginspirasi Reno bahwa waktu senggang dapat digunakan untuk melakukan kegiatan bermanfaat. Reno kemudian ingin merekam hobinya mendaur ulang barang bekas agar dapat menginspirasi orang lain.

2. Reno berpikir pekerjaan ayahnya sangat penting karena ayahnya mengumpulkan dan mengolah barang-barang bekas sehingga tidak menjadi sampah yang menumpuk. Pekerjaan tersebut juga membantu memperpanjang usia pakai barang.

3. Jika Mang tidak mendukung ide Reno, mungkin Reno akan kesulitan mewujudkan keinginannya untuk membuat video tentang hobinya mendaur ulang barang bekas.

Reno tidak memiliki telepon genggam untuk merekam video dan belum mengetahui cara mengedit serta mengunggah video ke media sosial.

Selain itu, Reno mungkin tidak mendapatkan dorongan untuk terus membuat video ketika jumlah penontonnya masih sedikit.

Namun, Reno tetap bisa berusaha mencari cara lain untuk mengembangkan hobinya dan membagikan kegiatan mendaur ulang kepada orang lain.

(Tribunpekanbaru.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.