BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI — Rambut boleh memutih, langkah mungkin tak lagi secepat dulu, tapi semangat untuk belajar ternyata tidak mengenal usia.
Sebanyak 71 warga lanjut usia (lansia) di Kabupaten Tanahlaut (Tala) membuktikannya melalui Wisuda Sekolah Lansia Tahun 2026.
Wisuda tersebut menjadi bagian dari Puncak Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 yang digelar Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3P2KB) Tala di Gedung Balairung Tuntung Pandang, Pelaihari, Rabu kemarin.
Sebanyak 71 wisudawan dan wisudawati dikukuhkan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Selatan Lisna Prihantini.
Bagi para peserta, wisuda bukan semata seremoni kelulusan. Momentum tersebut menjadi penanda bahwa fase lanjut usia tetap dapat diisi dengan aktivitas yang produktif, sehat, mandiri, dan bermanfaat.
Baca juga: Lelaki Maroko dan Turki Berjodoh dengan Warga Tanahlaut, Kenalan Melalui Bibi Hingga Saat Momen Ini
Baca juga: Daftar 10 Calon Sekda HSS yang Lolos Tahapan Administrasi, Ada dari Tapin dan Kotabaru
Sekolah Lansia menjadi salah satu ruang pembelajaran bagi kelompok usia lanjut untuk memperluas pengetahuan sekaligus menjaga keterlibatan mereka dalam kehidupan sosial.
Wakil Bupati Tanah Laut HM Zazuli mengatakan, peringatan Harganas tidak seharusnya dimaknai sebatas agenda tahunan.
Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi pengingat mengenai posisi keluarga sebagai fondasi penting pembangunan manusia dan daerah.
Terlebih, tema nasional Harganas ke-33, Ayah Hadir, Ibu Terhibur, Anak Ceria, mengandung pesan tentang pentingnya kehadiran dan keterlibatan ayah dalam kehidupan keluarga.
“Ayah bukan hanya pencari nafkah atau kepala rumah tangga, tetapi juga teladan yang memberikan pendidikan, perlindungan, waktu, serta kasih sayang,” kata H Zazuli.
Menurutnya, keterlibatan ayah dalam keluarga turut berperan dalam membangun ketahanan keluarga, menjaga kesehatan, mencegah stunting, serta menyiapkan generasi yang berkualitas.
Di tengah semakin bertambahnya jumlah penduduk usia lanjut, keberadaan program seperti Sekolah Lansia dinilai memiliki nilai sosial yang penting.
Zulaiha, ibu rumah tangga asal Saranghalang, mengatakan kegiatan bagi lansia perlu diperbanyak agar para orang tua tetap memiliki ruang untuk berinteraksi dan menjaga semangat hidup.
“Kalau ada kegiatan seperti itu, orangtua tidak merasa hanya menunggu di rumah. Mereka bisa bertemu teman, mengikuti kegiatan dan tetap punya kesibukan yang positif,” tuturnya, Kamis (13/8/2026).
Sementara Fauzan, wiraswasta di Pelaihari, melihat keberadaan Sekolah Lansia dari sisi yang berbeda.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga dapat membantu keluarga dalam memberikan pendampingan kepada orangtua.
“Lansia bukan hanya membutuhkan perhatian soal kesehatan. Mereka juga membutuhkan penghargaan dan kesempatan untuk tetap aktif. Kalau ada kegiatan yang terarah, keluarga juga lebih mudah mendorong orang tua agar tidak pasif,” katanya.
Dari Gedung Balairung Tuntung Pandang, 71 lansia itu membawa pesan sederhana tetapi kuat: usia bukan alasan untuk berhenti belajar.
Di saat pembangunan kerap berbicara tentang generasi masa depan, para lansia mengingatkan bahwa kualitas sebuah keluarga juga tercermin dari bagaimana mereka menghormati, merawat, sekaligus memberdayakan generasi yang lebih tua.
(banjarmasinpost.co.id/banyu langit roynalendra nareswara)