TRIBUNNEWS.COM - Proses pencarian, evakuasi, dan pendataan korban kebakaran KMP Putri Yasmin di perairan Bali dan Lombok masih menjadi fokus pemerintah hingga Kamis (13/8/2026).
KMP Putri Yasmin terbakar saat berlayar dari Pelabuhan Padangbai, Karangasem, Bali, menuju Pelabuhan Lembar, Lombok, pada Rabu (12/8/2026) pagi sekitar pukul 04.15 WITA.
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menyampaikan duka cita mendalam atas musibah tersebut dan menginstruksikan seluruh pihak untuk memprioritaskan keselamatan penumpang dan awak kapal, proses evakuasi, serta pendataan korban.
“Prioritas kami saat ini adalah keselamatan seluruh penumpang dan awak kapal serta memastikan mereka yang telah ditemukan segera mendapatkan pertolongan yang diperlukan,” kata Menhub Dudy saat meninjau Posko SAR di Pelabuhan Lembar, Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Baca juga: KMP Putri Yasmin Terbakar, Menhub Ungkap Ada Selisih Data Penumpang
Menhub Dudy menegaskan penyebab kebakaran KMP Putri Yasmin belum dapat dipastikan dan proses investigasi diserahkan sepenuhnya kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
“Kami tidak ingin mendahului hasil investigasi. Yang terpenting, penyebab kejadian ini nantinya dapat diketahui secara jelas dan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan keselamatan pelayaran. Satu hal perlu diketahui, KMP Putri Yasmin dalam kondisi laik laut berdasarkan hasil pemeriksaan terakhir yang dilakukan pada bulan Juni 2026,” imbuhnya.
Pemerintah memastikan operasi pencarian dan penyelamatan masih terus dilakukan. Menhub menyebut operasi SAR akan berlangsung hingga tujuh hari ke depan dan posko pengaduan masyarakat telah dibuka bagi keluarga yang kehilangan anggota keluarganya dalam insiden tersebut.
Selain fokus pada evakuasi dan pendataan, pemerintah memastikan seluruh korban mendapatkan haknya. Menhub menyampaikan PT Jasa Raharja akan menanggung biaya perawatan, pengobatan, hingga santunan bagi korban sesuai ketentuan yang berlaku. Kendaraan penumpang juga akan memperoleh penggantian dari PT Asuransi Jasaraharja Putera.
Menhub turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam operasi penyelamatan, mulai dari Basarnas, TNI, Polri, KSOP Lembar, Distrik Navigasi Benoa, pemerintah daerah, petugas pelabuhan, tenaga kesehatan, hingga kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi kejadian.
“Seperti yang kita ketahui, perairan Lombok memiliki karakter arus yang cukup kuat, sehingga saat terjadi kecelakaan, diperlukan reaksi yang sangat cepat untuk penyelamatan. Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu proses evakuasi ini,” ucap Menhub Dudy.
Setelah meninjau Posko SAR di Pelabuhan Lembar, Menhub juga menjenguk sejumlah korban yang sedang menjalani perawatan di RSUD Patut Patuh Patju dan berharap mereka segera pulih.
Kepala Kantor SAR Mataram Muhamad Hariyadi menyampaikan hingga Rabu malam sebanyak 212 orang telah berhasil dievakuasi dari KMP Putri Yasmin. Rinciannya, 172 orang ditemukan dalam kondisi selamat, satu orang meninggal dunia, dan 39 orang lainnya dievakuasi menggunakan KMP Parama Kalyani menuju Pelabuhan Lembar.
“Total 212 orang,” kata Muhamad Hariyadi, Rabu malam.
Namun, berdasarkan data sementara Posko SAR Pelabuhan Lembar hingga Kamis (13/8/2026), sebanyak 173 orang telah terdata dalam insiden tersebut. Dari jumlah itu, 172 orang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat dan satu orang meninggal dunia.
Korban meninggal dunia diketahui bernama Indah Dwi Septiani (19) yang tercatat beralamat di Asrama Brimob Gatep, Ampenan. Dari total korban yang terdata, dua orang merupakan warga negara asing (WNA) asal Australia.
Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap lima warga yang belum ditemukan, yakni:
Pencarian dilakukan dengan menyisir sejumlah titik di sekitar lokasi kejadian karena masa golden time operasi SAR masih berlangsung.
“Besok kita masih tetap melakukan pencarian karena golden time itu 3 hari,” kata Hariyadi.
Operasi pencarian dan evakuasi melibatkan berbagai unsur dan peralatan, antara lain KN SAR 220 Mataram, KN SAR Arjuna, Helikopter SGi Air Bali, KMP Portlink II, KAL Lembar, kapal yacht No Comment dan Still Here, Speedboat Polairud, Rigid Inflatable Boat (RIB), serta Rigid Buoyancy Boat (RBB).
Personel yang terlibat berasal dari Kantor SAR Mataram dan Denpasar, SGi Air Bali bersama Finns Search and Rescue, TNI AL, Ditpolairud Polda NTB, Polres Lombok Barat, Syahbandar Pelabuhan Lembar, tim medis, masyarakat, serta instansi terkait lainnya.
“Saat ini tim gabungan masih berfokus pada proses evakuasi terhadap korban,” ujar KSOP Pelabuhan Padangbai, Heri Wijayanto.
Hariyadi mengungkapkan proses pencarian menghadapi tantangan berat akibat kondisi laut di Selat Lombok. Meski cuaca tampak cerah secara visual, gelombang di lokasi kejadian mencapai 3–4 meter disertai arus yang kuat.
“Kondisi cuaca memang terpantau secara visual cerah tapi kondisi ombak di lapangan itu ombak setinggi 3-4 meter arus yang kuat, cukup menyulitkan,” kata Hariyadi.
Ia menegaskan tim SAR gabungan tetap melakukan penyisiran dengan mempertimbangkan keselamatan seluruh personel yang bertugas.
“Fokus utama kami saat ini adalah memastikan keselamatan seluruh penumpang dan kru kapal. Tim SAR gabungan masih terus melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian untuk mengantisipasi adanya korban lain yang mungkin belum dievakuasi,” ujar Hariyadi dalam keterangan resminya.
Menurutnya, data jumlah korban masih bersifat sementara dan akan terus diperbarui sesuai perkembangan operasi SAR di lapangan.