TRIBUNGORONTALO.COM – Puluhan kelurahan di Kota Gorontalo ambil bagian dalam pertandingan sepak takraw antarkelurahan yang digelar dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Sebanyak 50 kelurahan ikut ambil bagian dalam kompetisi tersebut. Pertandingan diikuti 10 regu dengan total lima pertandingan yang dijadwalkan setiap harinya.
Pada Rabu (12/8/2026), pertandingan berlangsung sejak sore hari. Tiga laga digelar pada sesi sore, sementara pertandingan lainnya berlanjut hingga malam.
Sejumlah pertandingan yang digelar di antaranya mempertemukan Limba B melawan Kelurahan Tapa, Molosipat U menghadapi Liluwo, serta Dembe I melawan Siendeng.
Sementara itu, pada sesi berikutnya, pertandingan mempertemukan Tomulobutao Selatan kontra Libuo, Wumialo melawan Limba U II, Bulotadaa Timur menghadapi Biawao, Biau kontra Botu, serta Dulalowo Timur melawan Huangobotu.
Kompetisi ini dijadwalkan berlangsung hingga Sabtu, 15 Agustus 2026.
Lurah Tomulabutao Selatan, Malik Pakaya, mengatakan pihaknya menyambut antusias pelaksanaan turnamen tersebut.
Menurutnya, pertandingan takraw bukan hanya menjadi ajang mencari pemenang, tetapi juga momentum untuk mempererat silaturahmi dan kebersamaan antar-kelurahan.
"Untuk lomba takraw ini dalam rangka memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia. Kami sebagai lurah cukup antusias melaksanakan kegiatan ini karena lebih mempererat lagi silaturahmi dan kebersamaan antar-kelurahan maupun sesama pemain," kata Malik.
Ia menilai kegiatan seperti ini juga memberikan ruang bagi para pemain yang selama ini hanya bermain secara informal untuk merasakan atmosfer pertandingan resmi.
Dengan adanya kompetisi antar-kelurahan, para pemain memiliki kesempatan untuk menunjukkan kemampuan sekaligus meningkatkan semangat berkompetisi.
Malik juga melihat turnamen tersebut sebagai salah satu langkah awal untuk menjaring pemain-pemain muda potensial.
Pasalnya, olahraga sepak takraw Gorontalo selama ini telah melahirkan atlet yang mampu bersaing hingga level internasional.
Baca juga: Identitas 1 Korban Longsor Tambang Marisa Gorontalo Diungkap Warga, Diduga Alumnus UNG
"Kita ketahui bersama juga bahwa atlet takraw Gorontalo ini levelnya sudah sampai ke internasional. Jadi ini juga merupakan salah satu kesempatan untuk menjaring bibit-bibit muda potensial yang bisa menggantikan seniornya yang sudah sampai ke level internasional," ujarnya.
Untuk tim Tomulabutao Selatan sendiri, Malik menyebut terdapat lima pemain yang turun dalam kompetisi tersebut.
Ia mengatakan para pemain yang dibawa masih berusia muda dan diharapkan mampu memberikan perlawanan terhadap tim-tim lain.
"Peserta kami ada lima orang dan semuanya memang masih muda-muda. Insyaallah bisa bersaing dengan senior-senior," kata Malik pada TribunGorontalo.com pukul 20.15 Wita.
Malik pun memasang target tinggi untuk timnya. Ia berharap Tomulabutao Selatan bisa melaju hingga partai final.
Soal siapa yang akan menjadi lawan di final, ia menyerahkan sepenuhnya kepada hasil pertandingan.
"Target pasti menang dan insyaallah target kami untuk takraw ini final. Entah kelurahan apa, yang pasti kalau sesama kelurahan di kecamatan ini pasti akan bertemu di final," ucapnya.
Pertandingan antar-kelurahan ini pun diharapkan tidak berhenti sebagai kompetisi semata.
Ajang tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk berkumpul, mendukung atlet lokal, sekaligus memberikan kesempatan bagi pemain muda untuk menunjukkan potensi mereka.
Dengan pertandingan yang masih berlangsung hingga 15 Agustus mendatang, persaingan antartim dipastikan masih terbuka.
Masing-masing kelurahan akan berupaya mempertahankan peluang mereka untuk melaju ke babak berikutnya dan menjadi yang terbaik dalam kompetisi takraw antar-kelurahan se-Kota Gorontalo. (*)