TRIBUNMATARAMAN.COM, TRENGGALEK – Satkamling Hasta Manunggal Desa Tawing, Kecamatan Munjungan, Kabupaten Trenggalek, berhasil mengharumkan nama Jawa Timur setelah meraih Juara III Satkamling Teladan Tingkat Nasional 2026.
Prestasi tersebut menjadikan Satkamling Hasta Manunggal sebagai satu-satunya wakil Jawa Timur yang mampu bersaing dan mengungguli peserta dari berbagai provinsi di Indonesia.
Penghargaan diserahkan langsung dalam acara Awarding Day yang dihadiri Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo di Gedung Tribrata Dharmawangsa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Satkamling Bantu Tekan Kriminalitas dan Perkuat Gotong Royong
Kepala Desa Tawing, Krisnowo, mengatakan keberadaan Satkamling memberikan manfaat besar bagi masyarakat, mulai dari menjaga keamanan lingkungan hingga memperkuat semangat gotong royong warga.
"Yang jelas ya minimalisasi kejahatan, kebersamaan kegotongroyongan masyarakat memang luar biasa," kata Krisnowo.
Menurutnya, peran Satkamling tidak hanya terbatas pada aspek keamanan. Keberadaannya juga sangat membantu dalam penanganan bencana alam yang kerap mengancam wilayah Desa Tawing.
"Apabila terjadi banjir atau tanah longsor rawan. Kemudian terkait penanganan bencana lebih cepat, lebih efisien karena di Desa Tawing letak geografisnya sangat labil," ujarnya.
Untuk mendukung sistem keamanan lingkungan, Desa Tawing memiliki 12 pos kamling yang tersebar di setiap RW.
Pos-pos tersebut dilengkapi berbagai fasilitas pendukung, termasuk kamera pengawas atau CCTV yang membantu pemantauan keamanan wilayah.
Penjagaan dilakukan secara bergantian oleh warga selama 24 jam. Selain berfungsi menjaga keamanan, pos kamling juga menjadi sarana komunikasi dan penyelesaian persoalan sosial di tingkat lingkungan.
"Intinya adanya pos kamling itu mempermudah komunikasi kita antarsesama warga. Setiap ada masalah skala kecil kita selesaikan di tingkat RW masing-masing," jelasnya.
Operasional pos kamling didukung melalui iuran sukarela warga yang dilakukan setiap Jumat. Dana tersebut digunakan untuk menunjang kebutuhan penjagaan dan fasilitas pos.
Krisnowo menegaskan seluruh fasilitas yang ada saat ini merupakan hasil swadaya masyarakat dengan dukungan koordinasi dari pemerintah desa.
Menurut Krisnowo, budaya gotong royong masih sangat kuat di Desa Tawing dan menjadi modal utama dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk bencana alam.
"Kalau terkait dengan kultur, gotong royong itu sangat melekat sekali. Terbukti setiap kebencanaan, paling tinggi swadaya masyarakat itu Desa Tawing," ungkapnya.
Warga secara sukarela terlibat dalam penanganan longsor, banjir, pembangunan tanggul, hingga pembangunan infrastruktur desa.
Salah satu contohnya adalah program pengaspalan jalan yang memanfaatkan bantuan aspal dari Pemerintah Kabupaten Trenggalek dan dikerjakan secara swadaya oleh masyarakat.
"Ada fasilitas bantuan dari Pemkab Trenggalek, ada aspal 30 drum. Kita swadayakan. Yang penting kita gunakan asas keterbukaan," akuinya.
Ia menambahkan, pemerintah desa selalu menerapkan prinsip transparansi dalam setiap program pembangunan maupun pengelolaan bantuan.
"Tidak ada yang perlu kita tutupi. Masyarakat bebas mempertanyakan asal-usulnya. Kami memang terbuka," tegasnya.
Prestasi Satkamling Hasta Manunggal bukan kali pertama diraih Desa Tawing. Sebelumnya, desa tersebut pernah menjadi juara pertama tingkat Polda Jawa Timur pada 2019.
Pada kompetisi tahun 2026, proses seleksi dimulai dari tingkat Polres Trenggalek sebelum berlanjut ke tingkat provinsi dan nasional.
Setelah meraih juara pertama tingkat Polres Trenggalek, Satkamling Hasta Manunggal kembali menjadi yang terbaik di Jawa Timur sehingga berhak mewakili provinsi pada ajang nasional.
"Polres Trenggalek juara satu mewakili, lalu ke provinsi. Provinsi juara satu sehingga kita mewakili dikirim ke pusat," jelasnya.
Atas capaian tersebut, Krisnowo berharap pemerintah terus memberikan perhatian dan dukungan terhadap keberadaan pos kamling, terutama untuk penguatan fasilitas dan kesiapsiagaan bencana.
Menurutnya, pos kamling memiliki fungsi strategis dalam mencegah kriminalitas sekaligus menjadi wadah pembinaan generasi muda.
"Semakin tinggi tingkat kriminalitas, itu perlu kita tingkatkan. Apalagi di zaman hari ini kenakalan remaja luar biasa. Perlu kita wadahi remaja dan juga kita antisipasi, salah satunya pos kamling," ujarnya.
Ia juga berharap program pembinaan maupun lomba pos kamling tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata.
"Terkait lomba pos kamling ini, baik dari gubernur atau kepolisian, harapan kami jangan hanya berhenti di sini. Jangan hanya diperlukan di saat-saat tertentu. Harapan kami berkelanjutan atau berkesinambungan," harapnya.
Selain itu, perhatian pemerintah terhadap daerah rawan bencana seperti Desa Tawing dinilai penting untuk memperkuat fungsi pos kamling sebagai pusat kesiapsiagaan masyarakat.
"Apabila ada bencana, ada luapan yang luar biasa. Itulah harapan kami, semoga bisa memperhatikan daerah rawan bencana dan menunjang pos kamling bisa lebih bermanfaat lagi kepada masyarakat," pungkasnya.
Sementara itu, Kapolres Trenggalek AKBP Rizky Tri Putra Erryka Adi Wijaya turut mengapresiasi pencapaian tersebut.
"Menjadi kebanggaan buat kita semua. Membawa nama baik Trenggalek di tingkat nasional," ujarnya.
(Madchan Jazuli/TribunMataraman.com)