TRIBUNMATARAMAN.COM PONOROGO – Suasana meriah mewarnai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo, Rabu (12/8/2026). Ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) mengikuti berbagai lomba tradisional 17 Agustus yang digelar di halaman Pendopo Agung Ponorogo.
Kegiatan yang berlangsung di Jalan Alun-Alun Utara, Kelurahan Mangkujayan, Kecamatan/Kabupaten Ponorogo tersebut menjadi ajang mempererat silaturahmi sekaligus membangun kekompakan antarpegawai di lingkungan Pemkab Ponorogo.
Berbagai perlombaan khas kemerdekaan digelar dan diikuti perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Mulai dari lomba membawa balon secara berkelompok, tarik tambang, balap karung hingga sepak bola yang berlangsung penuh semangat.
Sorak sorai dukungan dan gelak tawa peserta maupun penonton terdengar sepanjang perlombaan. Para ASN yang biasanya disibukkan dengan aktivitas perkantoran tampak antusias mengikuti setiap pertandingan.
Baca juga: Viral Pria di Legowo Bungah Gresik Nyaris Diamuk Massa Usai Diduga Edarkan Uang Palsu Rp100 Ribu
Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita turut hadir menyaksikan jalannya perlombaan. Ia beberapa kali memberikan semangat kepada peserta dan menikmati suasana kebersamaan yang tercipta dalam kegiatan tersebut.
“Ya, satu sisi kan kita dalam rangka merayakan 17 Agustus. Nah, ini juga ajang silaturahmi,” ungkap Bunda Lisdyarita—sapaan akrab Plt Bupati Ponorogo.
Menurut Lisdyarita, lomba-lomba yang digelar tidak hanya bertujuan memeriahkan peringatan kemerdekaan, tetapi juga mengandung nilai kebersamaan, kerja sama, dan kekompakan yang penting diterapkan dalam lingkungan kerja.
“Dari sini kan, judulnya walaupun lomba, ada yang menang ada yang kalah, tapi yang penting hari ini semuanya happy, semuanya bisa merasakan perjuangan seperti apa,” tegasnya.
Ia mencontohkan lomba membawa balon yang membutuhkan koordinasi dan kerja sama antaranggota tim agar dapat mencapai garis finis dengan baik.
“Tadi ada membawa balon berkelompok. Jadi dari situ kekompakan yang diperlukan. Nah, karena balonnya berempat. Jadi kalau enggak kompak, nah kekompakan kan dibutuhkan di ASN,” paparnya.
Selain lomba membawa balon, Lisdyarita juga menyoroti lomba tarik tambang yang dinilai mengajarkan pentingnya kekuatan dan solidaritas dalam sebuah organisasi.
“Nah, terus tarik tambang. Tarik tambang kan kekuatan. Nah, dalam membangun suatu organisasi, butuh kekuatan yang tangguh,” papar Bunda Lisdyarita.
Sementara itu, lomba balap karung dianggap mampu melatih ketangguhan dan semangat juang para peserta.
Menurutnya, kegiatan semacam ini selalu menjadi agenda rutin setiap perayaan Hari Kemerdekaan dan memberikan dampak positif terhadap hubungan antarpegawai.
“Jadi dengan adanya ini kan tadi semua kumpul bareng, guyub rukun, semua saling silaturahmi, sehingga ASN kedepannya akan tambah kompak, dan terus yang pasti kedisiplinan juga akan kita terapkan,” tegasnya.
Salah satu peserta lomba, Henny, mengaku senang bisa berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Meski timnya belum berhasil meraih juara dalam lomba tarik tambang, ia tetap menikmati suasana yang tercipta.
“Seru banget hari ini, ketemu teman ASN lain. Bisa menjaga kekompakan juga. Kalau gak kompak pasti kalah kan dari awal,” pungkasnya.
(tribunmataraman.com/Pramitha)