BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan Desa Pandahan, Kecamatan Tapin Tengah, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan.
Kebakaran yang terjadi sejak Rabu (12/8/2026) malam hingga Kamis (13/8/2026) pagi tersebut menghanguskan sekitar 50 hektare lahan.
Berdasarkan laporan sementara Pusdalops-PB Kabupaten Tapin, kebakaran terjadi sekitar pukul 19.45 Wita dan berlangsung hingga sekitar pukul 04.45 Wita.
Lahan yang terbakar terdiri dari sekitar 30 hektare semak belukar dan 20 hektare lahan perkebunan kelapa sawit milik masyarakat.
Kepala Desa Pandahan, Ahmad Syahbani, mengatakan hingga Kamis (13/8/2026), penanganan karhutla masih dilakukan tim gabungan.
Baca juga: Lepas Kontingen Jamnas XII, Bupati Tapin: Harumkan Nama Baik Daerah dan Tunjukkan Prestasi
Baca juga: Daftar 10 Calon Sekda HSS yang Lolos Tahapan Administrasi, Ada dari Tapin dan Kotabaru
"Api masih dipadamkan tim gabungan," ujar Ahmad Syahbani.
Menurutnya, peristiwa karhutla serupa pernah terjadi di wilayah tersebut pada 2023 lalu.
Namun, kebakaran tahun ini dinilai memberikan dampak cukup besar bagi petani sawit mandiri di Desa Pandahan.
Pasalnya, sebagian tanaman sawit milik masyarakat yang terdampak kebakaran sudah memasuki masa panen.
"Karhutla tahun ini sangat merugikan petani sawit mandiri karena sebagian sawit sudah panen," katanya.
Dalam laporan Pusdalops-PB Kabupaten Tapin, sejumlah lahan milik warga turut terdampak kebakaran.
Di antaranya lahan milik Idram sekitar 2 hektare, Mastur 2 hektare, Ibrahim 3 hektare, Hj Santi 5 hektare, Hj Hikmah 5 hektare dan H Sadid sekitar 3 hektare.
Tim gabungan yang terdiri dari TRC BPBD Tapin bersama TNI, Polri, TRT, PMI, BAPARA, BALAKAR dan masyarakat masih melakukan penanganan di lokasi.
Pemadaman dilakukan menggunakan unit tangki dan mesin portable untuk memastikan titik api benar-benar padam serta mencegah kebakaran kembali meluas.
Petugas juga terus melakukan pemantauan terhadap kondisi lahan setelah api berhasil dikendalikan.
(Banjarmasinpost.co.id/ Mukhtar Wahid)