Dituduh Paksa Tukang Cukur Pasang Bendera, Camat Rancabungur Klarifikasi, Pelaku Intimidasi Diburu
ninda iswara August 13, 2026 02:52 PM

TRIBUNTRENDS.COM - Kabar mengenai tukang cukur yang disebut dipaksa memasang bendera Merah Putih menjelang HUT RI ke-81 belakangan menjadi perhatian publik.

Dalam video yang beredar, seorang tukang cukur bernama Nurhidayat alias Abuy terlihat mendapat tekanan dari seorang pria agar memasang bendera di depan kiosnya.

Peristiwa tersebut disebut bermula ketika Abuy tidak memasang bendera Merah Putih karena merasa dirinya belum benar-benar merdeka.

Video itu kemudian menyebar luas di media sosial dan memunculkan berbagai tanggapan dari masyarakat.

Situasi semakin menjadi sorotan setelah pria yang berada dalam rekaman tersebut disebut-sebut sebagai pegawai Kecamatan Rancabungur.

Menanggapi informasi yang beredar, Camat Rancabungur Dita Aprillia akhirnya memberikan klarifikasi terkait identitas pria tersebut.

Dita dengan tegas membantah anggapan bahwa orang yang mengintimidasi Abuy merupakan bagian dari jajaran pegawai Kecamatan Rancabungur.

Ia juga memastikan bahwa dirinya tidak pernah memberikan perintah kepada pegawai untuk menekan ataupun mengintimidasi warga yang belum memasang bendera.

Baca juga: Ogah Pasang Bendera, Tukang Cukur di Bogor Diduga Diintimidasi, Istri Dapat WA, Berujung Minta Maaf

Menurut Dita, tindakan berupa pemaksaan maupun penggunaan kata-kata yang tidak pantas bukanlah instruksi dari pihak kecamatan.

"Saya sebagai camat Rancabungur tidak pernah menginstruksikan kepada orang tersebut untuk mengintimidasi atau mengeluarkan kata-kata yang kurang sopan kepada Kang Abuy," tegas Dita Aprillia dalam video klarifikasi di akun Instagram bogor.istimewa, Kamis (13/8/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan Dita untuk meluruskan informasi yang telanjur berkembang di tengah masyarakat.

Ia menilai penting bagi publik untuk mengetahui bahwa pria dalam video viral itu tidak memiliki hubungan kepegawaian dengan Kecamatan Rancabungur.

Dengan demikian, pihak kecamatan menegaskan bahwa tindakan yang terlihat dalam rekaman tersebut tidak mewakili sikap maupun instruksi resmi pemerintah kecamatan.

"Perlu kami tegaskan dalam hal ini bahwa orang tersebut bukanlah pegawai kecamatan Rancabungur," sambungnya.

Klarifikasi ini sekaligus menjadi penegasan dari Kecamatan Rancabungur di tengah ramainya perbincangan mengenai video tersebut menjelang peringatan HUT RI ke-81.

Lebih lanjut kata Dita, aksinya berkeliling meminta warga pasang bendera sejatinya adalah instruksi langsung dari Bupati Bogor, Rudy Susmanto.

"Dan kegiatan himbauan ini kami lakukan setiap tahunnya. Untuk meningkatkan rasa empati warga masyarakat kepada perjuangan para pahlawan setidaknya di bulan Agustus tanggal 1 - 31 Agustus warga mengibarkan bendera Merah Putih. Bahkan bapak Bupati Bogor pun menginstruksikan kepada seluruh camat untuk membagikan bendera kepada warga masyarakat," ungkap Dita.

Isu Abuy diintimidasi untuk minta maaf

Tak cuma soal isu dipaksa memasang bendera, Abuy juga dikabarkan sempat dipaksa untuk minta maaf kepada pihak Kecamatan Rancabungur.

Terkait hal tersebut, Dita kembali menegaskan bahwa pihak Kecamatan Rancabungur tidak pernah mengintimidasi Abuy untuk minta maaf.

"Kami tidak juga mengintimidasi kepada kang Abuy untuk meminta maaf kepada kami ataupun kepada pihak-pihak yang ada di kecamatan Rancabungur," ujar Dita.

Atas isu itu, Abuy turut membantahnya.

Kata Abuy, yang memintanya untuk minta maaf ke pihak Kecamatan Rancabungur adalah dari pihak media.

"Saya Abuy atau Nurhidayat selaku pengusaha pangkasa rambut di Bantar Kambing membenarkan bahwa tidak ada tindak intimidasi dari pihak kecamatan maupun bapak Satpol PP yang ikut serta mensosialisasikan untuk pemasangan bendera pada hari tersebut," akui Abuy.

"Adapun yang memaksa saya untuk melakukan membuat video klarifikasi adalah dari pihak media tersebut," sambungnya.

Dalam perkara tersebut, Dita melayangkan permintaan maaf kepada Abuy karena sudah membuat gaduh terkait bendera.

Mendengar permintaan maaf sang camat, Abuy balik meminta maaf.

"Saya juga menghaturkan permohonan maaf apabila ada hal-hal yang kurang berkenan ya kang Abuy. Kami selaku pemerintah tentunya akan lebih meningkatkan pelayanan dan mendengarkan aspirasi warga masyarakat secara terbuka," kata Dita.

Baca juga: Kata Siapa Merdeka Tukang Cukur Rancabungur Ogah Pasang Bendera, Respon Wawalkot Bogor, Minta Maaf

OGAH PASANG BENDERA - Tukang cukur di Rancabungur ogah pasang bendera, debat dengan camat, di-notice Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, berakhir klarifikasi dan minta maaf
OGAH PASANG BENDERA - Tukang cukur di Rancabungur ogah pasang bendera, debat dengan camat, di-notice Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, berakhir klarifikasi dan minta maaf (Youtube/TribunBogor)

Sosok pengintimidasi dicari

Sementara itu terkait dengan sosok yang mengintimidasi Abuy, Dita membongkar fakta.

Kata Dita, sosok tersebut bukanlah petugas dari Kecamatan Rancabungur.

Tapi pengintimidasi Abuy itu adalah mitra atau rekanan publikasi Kecamatan Rancabungur.

"Yang berseteru dengan tukang cukur tersebut bukanlah pegawai kecamatan, namun rekan yang bermitra untuk publikasi," kata Dita dilansir dari Kompas.com. 

Lantaran viral, pengintimidasi Abuy itu kini tengah dicari oleh pihak kecamatan.

Terkait dengan hal tersebut, Abuy mengaku resah.

Sebab pria yang mengintimidasinya itu membuat nama Kecamatan Rancabungur tercemar.

"Makanya kan semua netizen tuh mengecam dia kan sekarang, nyari akun dia kan udah mencoreng nama baik kecamatan juga," ungkap Abuy.

(TribunTrends/TribunBogor)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.