Liputan6.com, Jakarta - Latihan militer bersama China dan Indonesia di perairan timur Taiwan menjadi perhatian karena lokasi kegiatan yang berada di kawasan sensitif.
Di tengah situasi tersebut, Indonesia menegaskan bahwa kehadiran KRI I Gusti Ngurah Rai di kawasan itu merupakan bagian dari rute pelayaran kembali ke Indonesia.
“(Soal) lokasi ini yang menjadikan isunya jadi sensitif seperti ini ya. Namun perlu kami tegaskan bahwa kehadiran KRI I Gusti Ngurah Rai itu sekali lagi merupakan bagian dari rute pelayaran kembali ke Indonesia,” kata Juru Bicara (Jubir) Kementerian Luar Yvonne Mewengkang di kantor Kemlu, Kamis (13/8/2026).
KRI I Gusti Ngurah Rai disebut melakukan interaksi terbatas dengan angkatan laut negara-negara yang dilewati selama perjalanan menuju Indonesia setelah menyelesaikan latihan bersama dengan Rusia di Vladivostok.
“Dan melakukan interaksi terbatas dengan angkatan laut negara-negara yang dilewati,” lanjutnya.
Yvonne juga menegaskan Indonesia tetap konsisten terhadap kebijakan One China Policy. “Dan tentunya kita ingin menegaskan sekali lagi posisi kita yang berpedoman pada kebijakan One China Policy,” tegas pemerintah.
Di tengah sensitivitas kawasan, Indonesia kembali menekankan pentingnya menjaga stabilitas dan perdamaian. Indonesia menyatakan akan terus mendorong agar perbedaan serta persoalan yang muncul di kawasan diselesaikan melalui dialog.
“Kita ingin tegaskan bahwa posisi Indonesia tetap konsisten, kita akan terus mendorong perbedaan dan persoalan-persoalan yang terjadi di kawasan untuk dapat diselesaikan secara damai melalui dialog dan tetap menjaga stabilitas dan perdamaian yang ada di kawasan,” ujarnya.