Pria Mabuk Masuk Kamar Kos yang Tidak Terkunci, Rudapaksa Wanita Muda sampai Tewas
Robertus Didik Budiawan Cahyono August 13, 2026 05:19 PM

Tribunlampung.co.id, Banten - Kasus pembunuhan keji disertai rudapaksa terhadap wanita penghuni kos di Kelurahan Jurumudi Baru, Kecamatan Benda, Kota Tangerang, Banten menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban.

Baca juga: Polisi Tangkap Aipda S selang Tiga Jam Laporan Masuk Tekait Kasus Rudapaksa

Selain itu juga mengakibatkan traumatik bagi para penghuni lainnya di kosan yang menjadi tempat kejadian perkara (TKP) pembunuhan.

Beruntung pelaku telah ditangkap kepolisian  24 jam seusai kejadian pada Selasa (11/8/2026). Pelaku seorang pria berinisial KF, sedangkan korbannya wanita muda inisial SNA (21).

Peristiwa itu terjadi ketika SNA tidak mengunci pintu, sedangkan KF yang sedang dalam pengaruh alkohol mempunyai niat mencuri di kontrakan.

Ia masuk ke kamar korban lewat pintu yang tak terkunci. Korban pun terbangun dan menyadari bila ada orang tak dikenal datang.

Seketika, pelaku KF pun bereaksi menyerang korban dan melilit leher korban menggunakan ikat pinggang hingga korban kehabisan napas dan kehilangan kesadaran.

Setelah itu, pelaku melakukan rudapaksa terhadap korban yang dalam kondisi tak berdaya. Setelah melampiaskan nafsu bejatnya, pelaku pun meninggalkan lokasi kejadian.

"Kami telah mengamankan satu orang pelaku pembunuhan dan pemerkosaan,” kata Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Abdul Rahim dikutip dari TribunJateng.com, Kamis (13/8/2026).

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan KF langsung dibawa ke Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan. 

Budi mengatakan, pihaknya masih menggali keterangan pelaku guna mendapat kronologi perkara secara lengkap.

“Penyidik masih mendalami motif, kronologi lengkap, serta rangkaian peristiwa dalam perkara tersebut,” katanya.

Dari penangkapan tersebut terungkap bila pelaku awalnya hendak mencuri di kontrakan yang dihuni korban.

Jasad Ditemukan Calon Suami

Korban SNA ditemukan tewas di kamar kontrakannya pada Selasa pagi sekitar pukul 09.00 WIB oleh calon suaminya.

Kapolsek Benda, AKP Sriyono, mengatakan, saat itu, calon suami datang ke kontrakan ketika sedang istirahat kerja. 

Saat masuk ke dalam kontrakan, ia mendapati korban telah tergelatak tak bernyawa di kamarnya.

Temuan tersebut langsung dilaporkan ke Polsek Benda guna ditindaklanjuti dengan proses olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). 

"Korban tinggal di sini bersama calon suaminya, karena calon suaminya bekerja di sebuah perusahaan pengiriman barang dia pulang terakhir pukul 24.00 WIB," ungkapnya. 

"Setelah beristirahat sebentar calon suaminya berangkat kerja lagi sampai akhirnya pukul 09.00 WIB mendapati korban sudah meninggal dunia," ujarnya. 

Selanjutnya jasad SNA dievakuasi saat pihak kepolisian menggelar Olah TKP sekaligus mengamankan sejumlah barang bukti untuk melakukan penyelidikan seperti sarung bantal, seprai dan pakaian.

Gelegat Sebelum Korban Tewas

Gelagat aneh wanita muda inisial SNA (21) sebelum tewas dibunuh dan dirudapaksa pelaku pencurian di rumah kontrakannya di Kelurahan Jurumudi Baru, Kecamatan Benda, Kota Tangerang, Banten.

Pemilik kontrakan, Else, mengaku bila dirinya sempat ditelepon penghuni kontrakan melaporkan mendengar suara jeritan di sekitar kontrakan.

"Kemarin pukul 02.00 WIB saya ditelepon anak kontrakan yang tinggal di sebelah korban kalau dia dengar suara jeritan, tapi waktu saya keluar enggak jelas dari mana asal suaranya ya akhirnya masuk ke dalam rumah lagi untuk tidur," ujar Else saat diwawancarai, Rabu (12/8/2026). 

SNA diketahui warga Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Ia tinggal di kontrakan tersebut bersama calon suaminya yang bekerja di perusahaan jasa pengiriman barang. 

"Orangnya sangat ramah dan sering berinteraksi dengan warga sekitar, sama saya juga cukup dekat," ujarnya.

Else pun mengaku sempat menyantap makan malam bersama korban di kediaman yang dikontraknya. 

Saat hendak kembali ke rumah, SNA sempat menunjukan gelagat aneh yaitu meminta Else menemaninya tidur atau menginap pada malam itu. 

Karena merasa tidak ada apa-apa, tawaran menginap di kontrakan korban pun ditolak dengan alasan merasa tidak enak jika calon suami SNA datang sepulang kerja. 

"Malamnya itu saya masih makan sama dia di kontrakan, terus karena sudah pukul 23.00 WIB saya bilang mau pulang, tapi emang rada tumben sebab korban ajak saya buat tidur di kontrakan dia malem itu, dia minta temenin," ungkapnya. 

"Tapi kan ada calon suaminya yang tinggal sama dia, enggak enak kalau saya nginap, akhirnya saya pulang tanpa merasa apa-apa dan ternyata paginya semua sudah terjadi," ucapnya.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.