Motor Ayah Digadaikan untuk Bayar Utang, DJ di Batam Karang Cerita Jadi Korban Begal di Sei Ladi
Eko Setiawan August 13, 2026 07:07 PM

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Terlilit utang, seorang wanita yang bekerja sebagai DJ di salah satu tempat hiburan malam di Batam nekat mengaku menjadi korban begal.

Bahkan, untuk meyakinkan orangtuanya, wanita tersebut membuat laporan palsu ke Polresta Barelang bersama sang ayah.

Wanita itu diketahui berinisial RL (23).

Aksi tersebut dilakukan karena motor milik ayahnya ternyata telah digadaikan RL sebagai jaminan utang kepada temannya.

Kisah ini bermula ketika RL panik karena ditagih utang sebesar Rp8,7 juta oleh temannya.

Berdasarkan pengakuannya kepada penyidik, pada 7 Agustus malam, RL ditemui rekannya dan diminta segera membayar utang tersebut.

Karena tidak mampu membayar, temannya kemudian meminta motor yang digunakan RL sebagai jaminan hingga utang tersebut dilunasi.

Mengingat motor yang digunakan merupakan milik ayahnya, RL kemudian memikirkan cara agar orangtuanya tidak mengetahui persoalan tersebut.

RL akhirnya mengarang cerita seolah-olah dirinya menjadi korban kejahatan begal di kawasan Sei Ladi, Batam.

Wakasat Reskrim Polresta Barelang AKP Ade Putra saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan palsu yang dibuat RL, seorang wanita yang bekerja sebagai DJ di salah satu tempat hiburan malam di Kota Batam.

"Memang ada kejadiannya, dia akhirnya mengakui perbuatannya setelah panik karena kebohongannya terbongkar," ujar Ade kepada awak media, Kamis (13/8/2026) siang.

Untuk meyakinkan petugas kepolisian, RL bahkan mengarang cerita secara detail seolah-olah dirinya benar-benar menjadi korban begal.

Kepada penyidik, RL mengaku sekitar pukul 05.00 WIB baru pulang dari tempat kerjanya di kawasan Bengkong, Kota Batam.

Saat hendak pulang menuju Tiban, di kawasan Sei Ladi, sepeda motor Honda Beat tanpa bodi memepet kendaraannya.

Menurut pengakuannya, kondisi jalan saat itu sepi. RL kemudian mengaku tidak bisa berbuat banyak selain memperlambat laju kendaraannya.

Dalam kondisi tersebut, tiba-tiba dari arah belakang muncul sepeda motor lain yang ditumpangi dua orang.

Kedua orang tersebut disebut membawa parang dan mengarahkannya kepada RL.

Karena panik, RL mengaku akhirnya menyerahkan sepeda motor yang dikendarainya.

Setelah mengaku menjadi korban begal, RL kemudian mengatakan bahwa dirinya berjalan kaki menuju Polsek Lubuk Baja.

Di sana, ia menceritakan kejadian yang telah dikarangnya kepada petugas piket.

Karena lokasi yang disebut sebagai tempat kejadian perkara masuk wilayah hukum Polsek Lubuk Baja, polisi kemudian mengantarkan RL ke Polresta Barelang untuk membuat laporan.

"Awalnya penyidik percaya, karena dia bercerita dengan begitu meyakinkan. Bahkan sampai menangis di depan penyidik. Di sini kami mulai percaya dan melakukan penyelidikan," kata Ade.

Terungkapnya Kasus

Setelah laporan dibuat di Polresta Barelang, penyidik Jatanras Polresta Barelang kemudian menyerahkan penanganan kasus tersebut kepada tim Buser Macan Barelang.

Tim Buser kemudian memeriksa rekaman CCTV yang berada di sekitar lokasi yang disebut RL sebagai tempat kejadian.

Selama hampir dua jam, tim Buser menelusuri rekaman CCTV tersebut. Namun, tidak ditemukan tanda-tanda adanya aksi begal seperti yang diceritakan RL.

Di sinilah kecurigaan polisi mulai muncul.

Baca juga: Driver Online Batam Datangi Polsek Sekupang, Beri Dukungan untuk Rekan Mereka Jadi Korban Begal

Penyidik mulai mempertanyakan apakah seluruh cerita yang disampaikan RL benar-benar terjadi atau hanya rekayasa.

Buser kemudian memanggil RL yang mengaku sebagai korban ke Polresta Barelang untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Namun, satu hingga dua kali panggilan dari polisi tidak diindahkan. RL berulang kali memberikan berbagai alasan.

Akhirnya, Buser memanggil orangtua RL yang sebelumnya ikut mendampingi saat membuat laporan.

Dari sana, RL mau tak mau datang ke Polresta Barelang untuk memberikan keterangan.

Di hadapan penyidik, sejumlah pertanyaan dari tim Buser membuat RL semakin terdesak.

Ia masih berusaha mempertahankan ceritanya dan menutupi kebohongan sebelumnya dengan kebohongan lainnya.

Namun, polisi akhirnya menemukan celah untuk membongkar cerita tersebut.

"Awalnya dia tidak mau mengaku, namun akhirnya kita mengecek HP-nya. Di sana dia tidak bisa mengelak lagi," tegas Ade.

Kecurigaan polisi terhadap cerita RL semakin kuat.

Penyidik kemudian memeriksa telepon seluler milik RL. Dari perangkat tersebut, polisi menemukan petunjuk yang akhirnya membongkar seluruh cerita yang dibuatnya.

Salah satu pencarian yang dilakukan RL adalah mengenai hukuman bagi seseorang yang membuat laporan palsu kepada kepolisian.

Temuan tersebut membuat RL semakin panik.

Ia akhirnya mengakui bahwa cerita tentang dirinya menjadi korban begal hanyalah rekayasa.

Bahkan, pengakuannya bahwa ia berjalan kaki menuju Polsek Lubuk Baja juga tidak benar.

RL ternyata datang ke Polsek Lubuk Baja menggunakan layanan ojek online dari tempat kerjanya.

"Akhirnya dia mengakui setelah ketahuan. Semua itu dilakukan karena takut kepada orangtuanya. Sebab, motor yang digadaikan kepada temannya itu adalah motor untuk ayahnya pergi kerja," ujar Ade.

Setelah mengakui perbuatannya, RL kemudian diminta membuat video klarifikasi agar cerita palsu tersebut tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.