Laporan Yolanda Putri Dewanti
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan apresiasi serta dukungan penuh terhadap langkah tegas Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam memberantas peredaran barang haram di ibu kota.
Pernyataan ini disampaikan menyusul keberhasilan BNN meringkus bandar besar narkoba berinisial MR di kawasan Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Dalam operasi penangkapan yang dilakukan pada Rabu (12/8/2026) hingga penggerebekan lanjutan pada Kamis (13/8/2026), petugas tidak hanya mengamankan tersangka utama, tetapi juga menyita sejumlah aset bernilai fantastis yang total keseluruhannya mencapai Rp39,9 miliar.
Baca juga: Kawasan Rawan Narkotika di Kampung Bahari Digerebek BNN RI, 18 Tersangka Ditangkap
Menanggapi penindakan tegas tersebut, Pramono menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta senantiasa berdiri di garis depan untuk mendukung aparat penegak hukum membersihkan wilayah Jakarta dari ancaman narkotika.
"Pemerintah DKI Jakarta dalam hal yang berkaitan dengan narkoba, apa pun yang dilakukan oleh aparat penegak hukum, terutama BNN, tentunya kami memberikan support sepenuhnya," ujar Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (13/8/2026).
Lebih lanjut, politisi tersebut menilai bahwa pengungkapan kasus berskala besar ini harus dijadikan sebagai pengingat sekaligus pembelajaran keras bagi masyarakat luas agar tidak sekali-kali mencoba mendekati atau terlibat dalam jaringan peredaran gelap narkoba.
Ia mengingatkan bahwa keterlibatan dalam lingkaran hitam tersebut tidak akan pernah membuahkan hasil yang baik di masa mendatang.
"Dan ini menjadi pembelajaran bagi siapa pun untuk tidak terjebak ataupun terlibat dalam persoalan narkoba yang pasti tidak akan membawa kebaikan di kemudian hari," katanya.
Pemprov DKI Jakarta berkomitmen untuk terus bersinergi dan memberikan dukungan moril maupun operasional kepada BNN serta kepolisian demi menciptakan lingkungan perkotaan yang bersih dan aman dari penyalahgunaan narkotika.
Sebelumnya, proses penggerebekan di Kampung Bahari sempat diwarnai ketegangan ketika petugas mendapatkan perlawanan dari massa berupa lemparan batu dan petasan.
Untuk mengendalikan situasi, aparat terpaksa melepaskan tembakan gas air mata sebelum akhirnya berhasil mengamankan bandar berinisial MR alias 'Bos Gendut' beserta barang bukti narkoba, senjata tajam, senjata api, dan peluru tajam.