TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA – Kasus kontroversial terkait tantangan menghafal Surah Ad-Dhuha berhadiah minuman keras (miras) di sebuah festival musik masih menyisakan polemik di media sosial.
Di tengah proses hukum yang berjalan terhadap dua terduga pelaku berinisial R dan E oleh pihak kepolisian, gelombang spekulasi liar turut menyeret nama seorang wanita bernama Nadhea Devi.
Namanya mendadak viral dan menjadi sorotan tajam netizen karena dituding sebagai sosok wanita berbaju putih yang terekam dalam video amatir saat acara promosi miras Newport tersebut berlangsung.
Baca juga: Kasus Promosi Miras Berhadiah Hafalan Al-Quran Dilimpahkan ke Polda Metro, Dua Pelaku Ditangkap
Sesaat setelah profilnya ramai dibagikan oleh warganet, akun LinkedIn dan Instagram milik Nadhea dilaporkan hilang serta tidak dapat diakses.
Berdasarkan penelusuran, Nadhea diduga merupakan seorang Brand Manager di Orang Tua Group, perusahaan yang satu grup dengan produk miras yang dipromosikan dalam acara tersebut.
Kemiripan visual wajah antara Nadhea dan wanita dalam video membuat warganet kian gencar melayangkan tudingan.
Di tengah simpang siurnya informasi dan hujatan publik, pihak keluarga akhirnya angkat bicara untuk meluruskan situasi.
Melalui sebuah unggahan di platform Threads, pemilik akun bernama Reinaldisandjaja muncul memberikan klarifikasi sekaligus membantah keterlibatan adiknya.
Reinaldi yang mengaku sebagai kakak kandung dari Nadhea Devi menyatakan bahwa wanita yang dituduhkan oleh netizen bukanlah adiknya.
Meski mengakui adiknya memang bekerja di perusahaan tersebut, ia menegaskan Nadhea sama sekali tidak berada di tempat kejadian perkara.
“Halo guys, saya Reinaldi Sandjaja kakak dari Nadhea Devi, salam kenal Saya mau bantu kasih penerangan kalau orang yang kalian maksud itu bukan adik saya. Nadhea memang kerja di Orang Tua Group, tapi selayaknya karyawan biasa, dan dia pun tidak ada di tempat saat kejadian. Saya paham situasi ini membuat banyak pihak merasa tidak nyaman dan kecewa, dan saya turut prihatin atas apa yang terjadi. Saya hanya ingin membantu meluruskan supaya tidak terjadi kesalahpahaman. Terima kasih,” tulis akun Reinaldi.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus mendalami kasus dugaan penistaan agama ini secara menyeluruh untuk meredam berbagai spekulasi yang beredar di tengah masyarakat.