TRIBUNMANADO.COM, MANADO - Stefani Rewah (13), bocah putus sekolah dan menjadi tukang parkir yang viral beberapa waktu lalu, segera kembali ke sekolah.
Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan (DP3A) Manado berupaya keras mengembalikan anak itu ke sekolah.
Kamis (13/8/2026), tim DP3A mengurus sekolah untuk Stefani.
Serentak dengan itu, tim bersama Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Manado menyerahkan dokumen kependudukan kepada keluarga Rewah-Lowing yang sebelumnya hilang.
Kepala Dinas DP3A Kota Manado Meisje Wollah menyatakan, pihaknya berupaya keras mengembalikan Stefani ke sekolah.
Ia bersyukur karena upaya tersebut membuahkan hasil.
"Kami beberapa kali berkunjung tapi terkendala karena keluarga ini sering berpindah-pindah tempat," kata dia.
Stefani putus sekolah sejak kelas 4 SD.
Tekanan ekonomi membuatnya terpaksa menjadi tukang parkir.
Ungkap Wollah, pihaknya sudah memberi nasehat agar Stefani tak jadi tukang parkir dan terus bersekolah.
"Anak-anak berhak mendapatkan pendidikan," katanya.
Ungkap dia, Pemkot membantu dari hulu ke hilir.
Bukan hanya mengembalikan Stefani ke sekolah, tapi juga menyelesaikan dokumen kependudukan yang menjadi hambatan.
Diketahui Pemkot Manado terus mencari anak jalanan dan mengembalikannya ke sekolah.
Baca juga: Bupati Michael Thungari Lantik Pj Kapitalaung, Tekankan Perbaikan Tata Kelola Pemerintahan Kampung
Baca juga: 18 Mahasiswa STP Don Bosco Tomohon Diwisuda, Ini Daftar Nama Lulusannya
Beberapa waktu lalu, DP3A menyelamatkan dua anak yang viral karena kedapatan tidur di Jembatan Sukarno.
Keduanya sudah tak sekolah dan jadi pemulung.
Karena kelelahan, keduanya ketiduran di Jembatan Sukarno.(*)