Api Hanguskan Satu Hektare Lahan di Puak Natuna, Damkar Berjibaku Padamkan Kebakaran
Dewi Haryati August 13, 2026 07:28 PM

NATUNA, TRIBUNBATAM.id - Cuaca panas terik yang melanda Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) kembali memicu ancaman kebakaran lahan.

Kali ini, sekitar satu hektare lahan milik warga di kawasan Puak, Kelurahan Ranai Kota, Kecamatan Bunguran Timur, hangus dilalap api Kamis (13/8/2026) siang. 

Lahan yang dipenuhi semak belukar dan berbagai tanaman yang berada di belakang Perumahan Pemda Natuna terbakar.

Kebakaran diketahui sekitar pukul 13.00 WIB. Kobaran api dengan cepat membesar dan menjalar di area lahan yang kondisinya cukup kering akibat cuaca panas.

Warga yang melihat kepulan asap dan kobaran api kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Natuna.

Petugas langsung bergerak menuju lokasi setelah menerima laporan sekitar pukul 13.15 WIB.

Satu unit mobil pemadam dikerahkan kelokasi. Petugas kemudian menarik selang dan menyemprotkan air ke sejumlah titik yang masih terdapat api.

Meski sebagian besar lahan sudah lebih dulu terbakar, petugas tetap melakukan penyisiran untuk memastikan tidak ada bara api yang berpotensi kembali menyulut kebakaran.

Kasi Sarpras, Pengolahan Data dan Informasi Disdamkarmat Natuna, Nurhakim mengatakan, proses pemadaman berlangsung tanpa kendala berarti.

"Setelah informasi kami terima dari warga, satu unit mobil pemadam langsung kami kerahkan ke lokasi," ujar Nurhakim.

Menurutnya, api berhasil dikendalikan sekitar 40 menit setelah proses pemadaman dilakukan.

"Pemadaman tidak ada hambatan berarti. Sekitar pukul 14.10 WIB, operasi pemadaman selesai dan dipastikan tidak ada lagi sisa api. Untuk lahan yang terdampak kali ini kurang lebih satu hektare," ujarnya.

Sementara itu, hingga proses pemadaman selesai, penyebab kebakaran belum diketahui.

Disdamkarmat Natuna mengingatkan warga agar lebih berhati-hati dalam beraktivitas, terutama di lahan yang banyak ditumbuhi semak dan tanaman kering.

Warga juga diminta tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar karena api dapat dengan mudah merambat ketika kondisi cuaca panas.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Apalagi kondisi cuaca saat ini panas dan memasuki musim kemarau, sehingga resiko kebakaran sangat tinggi," pungkas Nurhakim.

(Tribunbatam.id/birrifikrudin

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.