TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG – Bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali melanda sebagian wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Provinsi Sumatera Selatan.
Kobaran api dilaporkan mengamuk di dua kecamatan berbeda, menghanguskan belasan hektar lahan bergambut yang didominasi oleh vegetasi gelam dan semak belukar.
Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKI, Nova Trisuyanto, menyampaikan petugas kini tengah berjibaku di lapangan untuk memutus rantai penyebaran api agar tidak semakin meluas.
Titik kebakaran pertama paling luas terjadi di Desa Tanjung Beringin, Kecamatan Tanjung Lubuk.
"Lahan di kawasan ini merupakan lahan berjenis gambut dengan vegetasi mudah terbakar, yakni pohon gelam dan semak belukar. Luasan yang hangus terbakar diperkirakan kurang lebih 10 hektar," ujar Nova saat dikonfirmasi pada Kamis (13/8/2026) sore.
Dalam upaya menaklukkan api di medan gambut yang menantang ini, BPBD OKI tidak bekerja sendirian.
"Pemadaman dan pembasahan (cooling) terus dilakukan hingga kini oleh Tim Reaksi Cepat BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, dan Regu Pemadam Kebakaran (RPK) perusahaan SES," ungkapnya.
Belum usai penanganan di Tanjung Lubuk, Karhutla dilaporkan terjadi di Desa Selapan Ilir, Kecamatan Tulung Selapan.
Sama seperti lokasi sebelumnya, api melahap lahan berjenis gambut yang dipenuhi vegetasi gelam dan semak belukar. Di titik ini, luas area terbakar diperkirakan mencapai 5 hektar.
"Untuk titik di Desa Selapan Ilir, upaya pemadaman dan pembasahan lahan masih terus dilakukan secara maksimal oleh tim BPBD OKI yang bersinergi langsung bersama armada Manggala Agni," jelas laporannya.
Menurutnya, kondisi lahan gambut yang mudah menyimpan bara api di bawah permukaan tanah membuat proses pembasahan (mopping up) dilakukan secara ekstra dan menyeluruh.
"Tentu kami terus bersiaga dan mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas pembukaan lahan dengan cara dibakar," pungkasnya.
(*)