Sosok Bos Gendut Bandar Narkoba Kampung Bahari yang Punya 54 Peluru Tajam
Desy Selviany August 13, 2026 09:35 PM

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Ramadhan L Q 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Bos narkoba Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara diringkus Polisi dan Badan Narkotika Nasional (BNN).

Muhammad Ridwan alias Bos Gendut itu diringkus Polisi dan BNN dalam operasi besar-besaran pada Rabu (12/8/2026) sore. 

Penggerebekan tersebut bagikan dari penangkapan buronan kasus narkotika, Muhammad Ridwan alias Bos Gendut dalam operasi besar-besaran kembali yang digelar di Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Sosok Bos Gendut merupakan DPO yang melarikan diri setelah operasi penertiban Kampung Narkoba pada Oktober 2025. 

Dalam operasi itu, petugas sebelumnya mengungkap kasus kepemilikan 98 kilogram sabu senilai Rp148 miliar, uang tunai Rp1,4 miliar, sejumlah logam mulia, dan tujuh pucuk senjata api.

"Tim gabungan yang terdiri dari BNN RI, Polda Metro Jaya, BNNP DKI Jakarta, dan BNNK Jakarta Utara sukses meringkus buronan (DPO) berinisial Muhammad Ridwan alias Bos Gendut," kata Direktur Penindakan dan Pengerjaran (Dakjar) BNN, Brigjen Roy Hardi Siahaan, Kamis (13/8/2026).

"Penangkapan ini merupakan tindak lanjut dari operasi penertiban Kampung Narkoba yang dilakukan pada Oktober 2025 silam, di mana pelaku melarikan diri setelah tersangkut kasus kepemilikan 98 kg sabu, uang tunai Rp1,4 miliar, berbagai logam mulia, serta tujuh pucuk senjata api," sambungnya.

Operasi gabungan dimulai dengan apel kesiapan di Kantor BNNK Jakarta Utara sekira pukul 05.30 WIB. 

Petugas lalu menggeledah sejumlah lokasi yang diduga terkait jaringan narkotika, termasuk kediaman Ridwan di Jalan Bak Air dan Jalan Samudra serta rumah dua terduga bandar lainnya, A alias Lopes dan Kimmul.

Penindakan sempat diwarnai perlawanan warga yang melemparkan kembang api ke arah petugas. 

Sejumlah warga melawan Polisi menggunakan petasan mercon saat bos narkoba di kampung tersebut diringkus Polisi.

Terlihat warga tanpa menggunakan alas kaki mencoba menghalau sekompi Polisi berpakaian taktis.

Para warga itu menyemprotkan petasan mercon ke arah Polisi. Namun demikian Polisi tidak bergeming dan terus masuk ke wilayah kampung yang dikenal dengan peredaran narkobanya itu. 

Tim kemudian menggunakan gas air mata untuk membubarkan massa dan mengamankan lokasi operasi.

Baca juga: Kampung Bahari Mencekam, Warga Serang Polisi Pakai Petasan Mercon

"Dalam proses penggeledahan, tim gabungan menyisir lokasi yang diduga menjadi titik utama penyimpanan barang bukti narkotika dan senjata. Lokasi yang digeledah meliputi garasi serta kediaman MR di Jalan Bak Air dan Jalan Samudra, serta rumah milik A alias Lopes dan Kimmul di kawasan Jalan Bak Air, Tanjung Priok. Operasi ini ditujukan untuk memutus mata rantai distribusi narkoba yang selama ini meresahkan warga Kampung Bahari," katanya.

Selain menangkap Ridwan, petugas mengamankan tiga orang lainnya yang diduga terlibat dalam peredaran narkotika. 

Dari penggeledahan, petugas menyita dua mobil, timbangan digital, perangkat CCTV, handy talky, telepon seluler, serta sejumlah senjata dan amunisi.

Barang bukti senjata yang diamankan antara lain satu pucuk senjata api, satu laras panjang, 54 butir peluru tajam kaliber 9 milimeter, 71 butir peluru karet, dan sebuah holster.

"Dari hasil penggeledahan, petugas berhasil menyita sejumlah barang bukti krusial yang memperkuat bukti keterlibatan para pelaku dalam jaringan kejahatan terorganisir," tuturnya. 

"Barang bukti yang diamankan meliputi dua unit mobil mewah, yakni BMW X1 putih dan Mitsubishi Xpander hitam, serta berbagai peralatan pendukung operasional bandar narkoba, seperti timbangan digital, perangkat CCTV, alat komunikasi HT, dan ponsel iPhone," tambah Roy.

Roy menambahkan, penangkapan tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk membongkar jaringan peredaran narkotika di Kampung Bahari.

Seluruh orang yang diamankan beserta barang bukti dibawa ke Kantor BNNK Jakarta Utara untuk menjalani pemeriksaan dan pendalaman terkait jaringan narkotika tersebut.

"Operasi ini menjadi bukti nyata komitmen aparat penegak hukum dalam memberantas narkoba hingga ke akar-akarnya, terutama di wilayah yang selama ini dikenal sebagai basis peredaran gelap," pungkasnya.

"BNN RI dan Polda Metro Jaya menegaskan akan terus memburu pelaku kejahatan narkoba lainnya tanpa pandang bulu. Penangkapan Muhammad Ridwan diharapkan menjadi titik balik dalam upaya menciptakan Kampung Bahari yang bersih dari narkoba dan kondusif bagi masyarakat," kata dia. (m31)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.