Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI membantah adanya rencana latihan tempur yang melibatkan KRI I Gusti Ngurah Rai-332 bersama sejumlah negara.
Kemlu menegaskan kegiatan tersebut bukan latihan tempur, melainkan interaksi profesional antarangkatan laut saat pelayaran.
Adapun negara yang disebut terlibat di antaranya Tiongkok, Jepang, dan Armada Ketujuh Angkatan Laut Amerika Serikat.
Hal ini disampaikan Juru Bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, dalam konferensi pers di Jakarta Pusat, Kamis (13/8).
"Indonesia sekali lagi kami menegaskan kegiatan tersebut sebagaimana saya sampaikan tadi merupakan passing exercise, bentuk interaksi yang lazim dilakukan oleh berbagai Angkatan Laut ketika kapal melintasi suatu kawasan. Kegiatan ini bersifat terbatas dan tidak ditujukan sebagai latihan tempur," tegasnya.
Sebagai informasi, passing exercise merupakan bentuk interaksi yang lazim dilakukan antarangkatan laut ketika kapal melintasi suatu kawasan.
Menurut Kemlu, kegiatan itu bersifat terbatas dan tidak ditujukan sebagai latihan tempur.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari diplomasi maritim Indonesia untuk membangun komunikasi dan kepercayaan dengan negara mitra.
Rencana interaksi itu merupakan bagian dari kerja sama pertahanan Indonesia dengan berbagai negara melalui beragam bentuk pelatihan dan interaksi antarangkatan laut.
Kerja sama tersebut bertujuan membuka komunikasi, membangun kepercayaan, serta memperkuat hubungan antarnegara.
Kemlu menilai kegiatan itu merupakan bentuk interaksi profesional antara TNI Angkatan Laut dengan angkatan laut negara lain saat KRI I Gusti Ngurah Rai kembali ke Indonesia.
Maka dari itu, Kemlu menegaskan kegiatan tersebut bukan bagian dari operasi maupun latihan tempur.