Imam Nahrawi dan Eks Ketua Korcab PMII Jatim Deklarasikan Dukungan untuk KH Asep Jadi AHWA
Samsul Arifin August 13, 2026 10:14 PM

 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Fatimatuz Zahroh

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Sejumlah mantan Ketua Korcab PMII Jawa Timur menyatukan sikap menjelang Muktamar NU ke-35.

Mereka mendorong Pengasuh Pondok Pesantren Ammanatul Ummah, KH Asep Saifuddin Chalim, untuk menjadi bagian dari Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA).

Deklarasi dukungan tersebut disampaikan dalam pertemuan di kediaman pribadi Kiai Asep, kawasan Pondok Pesantren Ammanatul Ummah, Kamis (13/8/2026).

Dorongan itu dimotori Imam Nahrawi, Ketua Korcab PMII Jatim periode 1997-1999.

Para mantan aktivis tersebut menilai Kiai Asep memiliki kapasitas yang mumpuni untuk diajukan sebagai AHWA.

“Jadi secara prinsip kami di sini para mantan ketua korcab mengharapkan dan mendorong Kiai Asep untuk berkenan menjadi AHWA,” kata Imam Nahrawi yang juga mantan Menteri Pemuda dan Olahraga tersebut.

Baca juga: Dishub Pasang 75 Titik PJU LED 90 Watt, Pemkab Jombang Pastikan Akses Muktamar NU Aman dan Terang

Dinilai Punya Rekam Jejak Panjang di NU

Imam mengatakan dukungan tersebut tidak muncul tanpa alasan. Menurutnya, Kiai Asep memiliki rekam jejak panjang dalam pengembangan NU, pendidikan pesantren, hingga perjuangan keumatan.

Selain itu, Kiai Asep merupakan putra salah satu muasis NU, KH Abdul Chalim, yang menjadi bagian dari jajaran pendiri Nahdlatul Ulama.

“Kami merasa memiliki tanggung jawab moral untuk mengembalikan kejayaan, mengembalikan kemurnian dan martabat NU, baik secara struktural maupun secara kultural,” ujar Imam.

Ia menuturkan, para mantan Ketua Korcab PMII Jatim juga memiliki ikatan perjuangan dengan Kiai Asep. Sebagian dari mereka disebut tumbuh dan mendapatkan bimbingan dari lingkungan perjuangan tersebut.

“Karena kami ini juga lahir dari bawah bimbingan beliau, kami menjadi generasi yang menjaga dan meneruskan perjuangan para muasis,” katanya.

Disebut Layak Dampingi Para Kiai Sepuh

Imam menilai kapasitas keilmuan, profesionalisme, dan pengalaman perjuangan Kiai Asep menjadi sejumlah alasan yang membuatnya dinilai layak berada di jajaran AHWA.

“Kami sepakat bahwa figur dari Kiai Asep dengan segala potensi besarnya yang sudah terbukti ini, mari bersama-sama kita dorong, kita support supaya beliau bisa menjadi bagian terpenting bersama para kiai-kiai sepuh di jajaran Ahlul Halli Wal Aqdi untuk muktamar,” ujarnya.

Menurut Imam, dukungan tersebut tidak semata-mata berkaitan dengan sosok Kiai Asep secara personal. Ia menyebutnya sebagai bagian dari gerakan moral untuk mendorong hadirnya figur yang dinilai mampu menjaga marwah dan arah perjuangan NU.

“Kiai Asep menurut kami sangat layak, sangat pantas dengan segala kapasitas keilmuan dan profesionalismenya serta kapasitas perjuangannya,” tegas Imam.

Dukungan Akan Terus Disuarakan

Imam menambahkan, para mantan Ketua Korcab PMII Jatim berkomitmen untuk terus menyuarakan dukungan tersebut hingga pelaksanaan Muktamar NU ke-35.

“Kita akan terus menyuarakan gerakan moral ini sehingga kita bisa memberikan support untuk beliau,” katanya.

Selain Imam Nahrawi, sejumlah mantan Ketua Korcab PMII Jatim yang hadir dalam pertemuan tersebut di antaranya Yoyok Zakaria (1999-2000), M. Zainul Aripin (2002-2003), Ahmad Nur Aminudin (2005-2007), Zainuddin (2016-2018), dan Akiedo Zawa (2025-sekarang).

Mereka berharap dukungan terhadap Kiai Asep dapat menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk menghadirkan kepemimpinan NU yang mampu menjaga tradisi, memperkuat perjuangan keumatan, sekaligus menjawab tantangan organisasi ke depan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.