Polisi Kerahkan Puluhan Personel dan Peralatan Khusus Tangani Kebakaran Bromo
Haorrahman August 13, 2026 10:57 PM

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Probolinggo - Polisi mengerahkan 85 personel beserta berbagai peralatan pendukung untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan Gunung Bromo, mempercepat pemadaman sekaligus mencegah api meluas ke area lain.

Puluhan personel tersebut berasal dari tiga unsur kepolisian. Rinciannya, 30 personel Polres Probolinggo, 30 personel Dit Samapta, dan 25 personel Satbrimobda Polda Jawa Timur.

Kapolres Probolinggo AKBP Asmida Rizki Siregar mengatakan, pengerahan personel dan sarana tersebut merupakan bentuk komitmen Polri dalam mendukung penanganan Karhutla di kawasan Bromo.

"Kami menyiapkan personel dan sarana secara maksimal untuk mendukung proses pemadaman dan penanganan Karhutla di kawasan Bromo. Kondisi medan yang cukup berat membutuhkan kesiapan personel, dukungan peralatan yang memadai, serta koordinasi dan sinergi yang kuat di lapangan," kata Rizki, Kamis (13/8/2026).

Baca juga: Gunung Bromo Kebakaran, Puncak Seruni Point Probolinggo Ditutup Sementara

Pemadaman

Menurut Rizki, kondisi geografis kawasan Bromo menjadi salah satu tantangan dalam penanganan kebakaran. Karena itu, kesiapan personel harus didukung peralatan yang sesuai dengan karakteristik medan.

Selain kepolisian, penanganan Karhutla juga membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pengelola kawasan hingga masyarakat dan wisatawan.

"Dalam mendukung penanganan di lapangan, Polri juga mengerahkan sejumlah sarana dan peralatan khusus yang disesuaikan dengan karakteristik medan kawasan Bromo," ujar Rizki.

Peralatan yang dikerahkan antara lain satu unit Truk Karhutla, satu unit Truk Rantis SAR, satu unit Truk Rantis Brimob, serta delapan unit kendaraan dinas untuk mendukung mobilitas personel.

Baca juga: Gunung Bromo Ditutup karena Kebakaran, Tumpak Sewu Lumajang Ramai Dikunjungi Wisatawan Asing

Polisi juga menyiapkan tujuh unit pompa pemadam kebakaran Alcon, empat unit jet sprayer, dan tiga unit chainsaw Stihl.

Selain peralatan pemadaman, dukungan operasi mencakup satu unit alat ekstrikasi, dua unit SCBA, satu unit crane berkapasitas tiga ton, serta satu unit Nightscan Portable.

Kelengkapan tersebut disiapkan untuk menunjang mobilisasi, pemadaman, hingga penanganan kondisi darurat di medan yang sulit dijangkau.

Rizki mengatakan penanganan Karhutla di kawasan Bromo tidak dapat dilakukan hanya oleh aparat kepolisian. Koordinasi lintas pihak diperlukan agar upaya pemadaman sekaligus pencegahan perluasan api berjalan efektif.

Baca juga: Karhutla Bromo Meluas, 520 Hektare Lahan di Kawasan TNBTS Terbakar, Wagub Emil Beri Keterangan

Penanganan Karhutla, lanjut Rizki, sangat membutuhkan kerja sama dan sinergi seluruh pihak. Tidak hanya aparat, tetapi juga pengelola kawasan, masyarakat maupun wisatawan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.