Laporan Wartawan TribunJatim.com, Madchan Jazuli
TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK - Kasus dugaan keracunan setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, terus mendapat penanganan dari berbagai pihak.
Koordinator Wilayah (Korwil) Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Trenggalek, Sheila Ammanda Yadu Fadilla, menyampaikan bahwa kondisi penerima manfaat yang mengalami keluhan mual dan diare mulai membaik.
Ammanda mengatakan, berdasarkan hasil konfirmasi dengan pihak sekolah dan puskesmas, saat ini sudah banyak penerima manfaat yang dinyatakan sembuh.
"Selamat siang. Izin menyampaikan update, berdasarkan konfirmasi dari pihak sekolah dan puskesmas, saat ini sudah banyak penerima manfaat yang sudah sembuh dan kondisi penerima manfaat tetap dilakukan pemantauan," ujar Ammanda saat dikonfirmasi, Kamis (13/8/2026).
Sementara, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tamanan telah diberikan sanksi suspend oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
Sanksi tersebut berlaku sejak Rabu (12/8/2026), sedangkan batas waktu penghentian operasional sementara belum dapat dipastikan.
"Untuk SPPG Tamanan, saat ini telah diberikan suspend oleh BGN Pusat terhitung sejak 12 Agustus 2026," jelasnya.
Ammanda menambahkan, langkah pengecekan langsung terhadap SPPG terkait akan dilakukan pada Jumat (14/8/2026).
Pengecekan tersebut melibatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan pihak SPPI.
Baca juga: Satgas MBG Trenggalek Bakal Periksa Langsung SPPG Tamanan, Buntut Ratusan Siswa Mual dan Diare
"Besok Satgas Kabupaten Trenggalek akan melakukan pengecekan langsung ke SPPG terkait untuk mengetahui dan memastikan sistem SPPG serta alur operasional yang dijalankan," ulasnya.
Menurut Ammanda, hasil pengecekan di lapangan nantinya akan menjadi bahan evaluasi dan menentukan tindak lanjut terhadap SPPG tersebut.
Pengecekan dilakukan untuk memastikan seluruh sistem dan alur operasional penyedia MBG berjalan sesuai ketentuan.
"Sebagai bahan evaluasi dan tindak lanjut sesuai hasil pengecekan di lapangan," tutupnya.
Wakil Ketua Satgas MBG Trenggalek, dr. Sunarto, mengatakan pengecekan akan dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan sejumlah OPD dan tim BGN.
"Kunjungan ke SPPG secara tim lengkap, melibatkan banyak OPD, termasuk dari tim BGN," ujar dr Sunarto di ruang kerjanya, Kamis (13/8/2026).
Untuk saat ini, kejadian tersebut belum ditetapkan sebagai KLB. Satgas masih mengategorikannya sebagai peningkatan kasus dengan gangguan pada saluran pencernaan.
Baca juga: Kondisi Terkini Anak Diduga Keracunan MBG di Trenggalek
Mengenai dugaan penyebab, Sunarto mengatakan pihaknya masih menunggu hasil investigasi dan pemeriksaan sampel.
Namun, berdasarkan penelusuran awal terhadap menu yang disantap, salah satu makanan yang menjadi perhatian adalah ayam bumbu sate.
Ia mengaku Menu MBG saat itu terdiri atas nasi putih, ayam dadu bumbu sate dengan bumbu kacang.
Kemudian tahu fantasi yang dicampur bihun, cah bayam dan jagung, serta semangka.
"Beberapa ini tadi kelihatannya yang memungkinkan, yang kelihatannya patut diduga itu ayam dadunya tersebut," ungkapnya.
dr Sunarto juga membenarkan bahwa bumbu kacang untuk ayam dadu tersebut telah tercampur saat penyajian.
"Iya, memang itu tercampur tadi," tutupnya.