Bupati Nganjuk Kang Marhaen Pastikan Stok Pangan Aman, LPG 3 Kg Langka Jadi Perhatian
Samsul Arifin August 13, 2026 10:14 PM

 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Danendra Kusuma

TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - Pemerintah Kabupaten Nganjuk memastikan kondisi pasokan pangan di wilayahnya masih terkendali. Pemerintah daerah terus memantau stok sekaligus perkembangan harga sejumlah komoditas untuk mengantisipasi perubahan kondisi di lapangan.

Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi mengatakan pemantauan dilakukan dengan turun langsung ke sejumlah pasar secara berkala. Langkah tersebut dilakukan untuk memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai ketersediaan maupun harga bahan pangan.

Kepastian itu disampaikan Kang Marhaen saat mendampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam kegiatan Pasar Murah di Kelurahan Kramat, Kecamatan Nganjuk, Kamis (13/8/2026).

“Kami keliling ke pasar satu ke pasar lain. Hasilnya stok dan harga beragam komoditas aman,” katanya.

Baca juga: Pemkab dan DPRD Nganjuk Sepakati KUA-PPAS 2027, Anggaran Ditargetkan Berdampak ke Masyarakat

Gerakan Pangan Murah Jadi Antisipasi

Meski kondisi pasokan dan harga pangan masih dinilai aman, Pemkab Nganjuk tidak ingin lengah. Sejumlah langkah strategis tetap disiapkan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya lonjakan harga maupun gangguan ketersediaan komoditas.

Salah satu upaya yang disiapkan adalah melalui Gerakan Pangan Murah. Program tersebut dapat digunakan sebagai bentuk intervensi pemerintah apabila harga komoditas tertentu mulai mengalami kenaikan yang signifikan.

“Gerakan Pangan Murah ini intervensi kami. Kalau terjadi lonjakan harga maka ada intervensi-intervensi,” jelasnya.

Dengan pemantauan langsung dan intervensi pasar, pemerintah daerah berupaya menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan kebutuhan pangan tetap tersedia.

LPG 3 Kg Mulai Langka

Di tengah kondisi pangan yang relatif aman, persoalan lain muncul pada ketersediaan LPG 3 kg. Gas bersubsidi tersebut dilaporkan mulai mengalami kelangkaan di sejumlah wilayah Nganjuk.

Kang Marhaen mengatakan Pemkab Nganjuk telah berkomunikasi dengan Pertamina untuk meminta tambahan pasokan agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.

“Saya sudah kontak ke Pertamina yang di Kediri untuk betul-betul menyiapkan stok yang berkaitan dengan kebutuhan-kebutuhan masyarakat. Karena sekarang ini kan LPG juga banyak dibutuhkan untuk di sawah ya. Maka harus ada tambahan,” terangnya.

Kebutuhan LPG Meluas hingga Sektor Pertanian

Menurut Marhaen, salah satu faktor yang diduga memengaruhi ketersediaan LPG 3 kg adalah penggunaan gas tersebut yang kini tidak hanya untuk kebutuhan rumah tangga.

LPG 3 kg juga banyak digunakan untuk menunjang aktivitas di sektor pertanian. Kondisi tersebut membuat kebutuhan terhadap gas bersubsidi meningkat sehingga pemerintah daerah mendorong adanya penambahan pasokan.

Pemkab Nganjuk pun terus berkoordinasi dengan pihak terkait agar kebutuhan LPG masyarakat, baik untuk rumah tangga maupun aktivitas pertanian, dapat terpenuhi.

Langkah tersebut dilakukan bersamaan dengan pemantauan harga dan stok pangan untuk menjaga kondisi kebutuhan pokok masyarakat tetap aman dan terkendali.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.