LPH NUHAC PBNU Perluas Sertifikasi Halal ke 11 Negara, Belarusia Target Berikutnya
Tribun-video August 13, 2026 10:42 PM

TRIBUN-VIDEO — Lembaga Pemeriksa Halal Nahdlatul Ulama (LPH NUHAC) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memperluas layanan pemeriksaan dan sertifikasi halal ke sejumlah negara.

Saat ini, kerja sama telah dilakukan dengan sembilan negara dan ditargetkan bertambah menjadi 11 negara dengan masuknya Belarusia.

Direktur LPH NUHAC PBNU Abdul Hakam Aqsho mengatakan, sembilan negara yang telah bekerja sama ialah Jepang, China, Thailand, Ceko, Rumania, Italia, Perancis, Belgia, dan Skotlandia.

"Ini dengan nanti bulan ini berarti 11 negara dengan Belarusia," kata Abdul Hakam seusai penyerahan Sertifikat Halal PTT Global Chemical Public Company Limited oleh LPH NUHAC PBNU di Kantor PBNU, Jakarta, Rabu (12/8/2026).

Menurut dia, kerja sama dengan Belarusia akan dilakukan dengan salah satu perusahaan besar di negara tersebut.

Pemeriksaan akan mencakup susu yang digunakan sebagai bahan baku produk perawatan kulit.

Sementara itu, kerja sama dengan PTT Global Chemical di Thailand telah berjalan.

Pemeriksaan dilakukan selama dua hingga tiga hari, sedangkan sertifikat halal dapat diterbitkan paling lama satu bulan.

Selain sertifikasi produk, LPH NUHAC juga menyediakan layanan konsultasi mengenai proses halal.

Proses pemeriksaan sertifikasi halal dilakukan melalui kerja sama dengan berbagai laboratorium. 

Laboratorium tersebut berasal dari perusahaan swasta, BUMN, maupun perguruan tinggi, sesuai kebutuhan pemeriksaan.

"Kalau lab kami bekerja sama dengan banyak lab ya, ada PT, ada BUMN, ada yang kampus juga ada, tinggal nanti yang mana mungkin yang dipilih," katanya.

Menurut Abdul Hakam, kerja sama LPH NUHAC dengan Thailand sendiri baru dimulai pada tahun ini.

Dia menilai kesadaran terhadap produk halal di Thailand cukup tinggi. 

Menurutnya, halal kini tidak lagi semata-mata dipandang sebagai kebutuhan konsumen Muslim, tetapi telah berkembang menjadi bagian dari gaya hidup.

"Terminologi halal itu sudah bukan lagi terminologi eksklusif milik Islam menurut saya. Bahkan sekarang sudah menjadi lifestyle," ujarnya.

Abdul Hakam mengatakan permintaan terhadap produk halal juga berkembang di kalangan non-Muslim, termasuk di Eropa dan Amerika Serikat. 

Produk halal yang dicari tidak hanya makanan, tetapi juga berbagai barang gunaan.

Ke depan, LPH NUHAC PBNU berencana menggelar forum besar yang membahas industri halal secara menyeluruh.  

Saksikan LIVE UPDATE selengkapnya hanya di YouTube Tribunnews!

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.