Otoritas militer Israel melarang turis dan peziarah untuk mengunjungi desa Taybeh, desa yang penduduknya mayoritas beragama Kristen di Tepi Barat, Palestina.
Israel menutup desa Taybeh dari non penduduk dengan alasan untuk mencegah serangan yang meningkat terhadap warga Palestina dari pemukim Israel di seluruh Tepi Barat.
Juru bicara pasukan militer Israel mengatakan perintah itu hanya berlaku untuk warga Israel dan bukan untuk warga Palestina. Dia mengatakan Taybeh akan menjadi zona militer tertutup.
"Setelah menerima laporan pelanggaran terhadap perintah tersebut, tentara IDF dikirim ke area dan beroperasi untuk membubarkan kerumunan dan menahan pelaku guna melindungi warga di area tersebut dan menjaga ketertiban," kata dia, dikutip Saudi Gazette, Senin (10/8).
Tepi Barat dan Yerusalem adalah rumah bagi sekitar 50.000 umat Kristen di Palestina. Serangan para pemukim Israel kerap terjadi ke warga Palestina.
Salah satunya pada Juni lalu, saat pemukim ilegal itu menghalangi warga yang berusaha memadamkan kebakaran besar di dekat Taybeh.
Menurut petugas pemadam kebakaran pertahanan sipil Palestina dan pendeta setempat "pola intimidasi dan kekerasan yang tidak beralasan terus berlanjut" ke warga Palestina dan merusak hak-hak dasar penduduk.
Penyelidikan PBB yang dirilis pada Selasa juga menemukan otoritas Israel terlibat langsung dalam serangan terhadap pemukim yang telah menewaskan, melukai, dan menggusur warga Palestina di Tepi Barat.
Namun, misi Israel di Jenewa menolak laporan itu. Otoritas Israel padahal terus memperluas ekspansinya dengan mencaplok wilayah-wilayah di Tepi Barat dan membangun permukiman ilegal.





