Barcelona Siap Angkat Senjata, Serius 'Perangi' Overtourism
GH News August 14, 2026 12:08 AM
Barcelona -

Spanyol mulai dilirik sebagai destinasi usai mengangkat trofi sebagai juara Piala Dunia 2026. Tapi Barcelona menolak untuk dikunjungi.

Kota Spanyol ini dengan tegas memerangi pariwisata massal. José Antonio Donaire, komisaris pariwisata berkelanjutan Barcelona, mengatakan mereka berkomitmen untuk membatasi pertumbuhan pengunjung seiring upaya mengurangi tekanan pada penduduk dan infrastruktur.

"Barcelona mulai memikirkan kembali pariwisata dengan langkah-langkah inovatif seperti moratorium pembangunan hotel baru pada tahun 2017," ujar Donaire kepada The New York Times dikutip Kamis (13/8/2026).

Saat ini kampanye mereka berbunyi, 'Tidak ada tambahan turis lagi', kata Donaire.

"Kami tidak ingin menambah jumlah wisatawan. Kami menginginkan jumlah wisatawan yang sudah ada di kota ini. Ada 15,7 juta wisatawan di kota ini pada tahun 2025, itu ambang batasnya. Enam belas juta adalah jumlah maksimum," kata Donaire kepada

Catalonia, wilayah timur laut Spanyol yang meliputi Barcelona, menyambut sekitar 20,1 juta turis pada tahun 2025, peningkatan 0,6% dari tahun sebelumnya, menurut

melaporkan bahwa biaya perumahan yang melonjak, transportasi umum yang penuh sesak, dan lingkungan bersejarah yang padat telah memicu frustrasi di kalangan penduduk, sementara mengatakan kepadatan penduduk yang terus-menerus telah menjadi salah satu keluhan terbesar kota ini.

Awal tahun ini, Walikota Barcelona Jaume Collboni mengusulkan untuk menggandakan pajak menginap yang dibayarkan oleh penumpang kapal pesiar dari €4 menjadi €8 (Rp 164 ribuan).

Barcelona telah meningkatkan pajak terkait pariwisata. Pada 1 April, kota ini hampir menggandakan pajak tamu hotelnya, menaikkan biaya per malam dari sekitar Rp 343 ribu per orang, menurut laporan Fox News Digital sebelumnya.

Kekesalan publik terhadap pariwisata juga telah meluas ke jalanan. Musim panas lalu, ribuan penduduk melakukan protes di Barcelona, dengan beberapa demonstran menyemprot wisatawan dengan pistol air sebagai tindakan pembangkangan simbolis.

Para pengunjuk rasa membawa spanduk bertuliskan, "Satu wisatawan lagi, satu penduduk berkurang," dan "Wisatawan pulanglah," menyerukan perubahan pada ekonomi yang mereka yakini telah terlalu bergantung pada pariwisata.

Meskipun ada langkah-langkah yang lebih ketat, Donaire menegaskan bahwa kebijakan kota tidak dimaksudkan untuk menghalangi pariwisata sama sekali. Sebaliknya, ia mengatakan Barcelona ingin menarik pengunjung yang datang untuk bisnis, budaya, dan pengalaman lain yang lebih sesuai dengan kebutuhan penduduk.

"Penting bagi kami bahwa setiap penduduk dapat membeli sepotong roti, buku, atau sekrup di lingkungan mereka," katanya.

"Kami juga percaya bahwa wisatawan akan lebih tertarik pada kota di mana ruang kota tidak sepenuhnya berisi suvenir, casing ponsel, dan kebab," pungkasnya.

Bonauli
Jurnalis detikcom
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.