Madiun (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun, Jawa Timur memfasilitasi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) wilayah setempat untuk naik kelas dengan memberikan pelatihan pemanfaatan teknologi digital.

Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun mengatakan digitalisasi menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas pelaku UMKM. Pelatihan digital yang diberikan di antaranya, pencatatan transaksi melalui aplikasi Point of Sale (POS) serta pemasaran produk melalui platform digital guna menjangkau konsumen yang lebih luas.

"Sekarang UMKM yang menggunakan lokasi atau tempat dari Pemerintah Kota ini akan diwajibkan menggunakan POS," ujarnya saat membuka pelatihan penguatan kapasitas UMKM di era digital yang digelar di Gedung Dekranasda Kota Madiun, Kamis.

Guna mendukung pencatatan transaksi secara digital tersebut, Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan Usaha Kecil (Disnaker KUKM) Kota Madiun membagikan bantuan alat printer termal, ring light, dan clip on kepada 22 pelaku UMKM binaan dinas setempat.

"Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung pencatatan transaksi, promosi produk, hingga pembuatan konten digital bagi pelaku UMKM di era digital saat ini," katanya.

Ia menegaskan dengan penggunaan aplikasi POS, membuat transaksi tercatat secara jelas dan menghasilkan nota sebagai bukti pembelian, sehingga memberikan kepastian bagi konsumen.

Data transaksi yang terkumpul juga dapat membantu Pemkot Madiun memotret perputaran uang di sektor UMKM secara lebih akurat. Data tersebut nantinya dapat menjadi bahan dalam penghitungan pertumbuhan ekonomi daerah bersama BPS.

Tak hanya untuk kepentingan pemerintah, pencatatan transaksi yang rapi juga memberikan manfaat bagi pelaku UMKM. Rekam usaha tersebut dapat menjadi gambaran perkembangan bisnis dan membuka peluang mendapatkan rekomendasi tambahan modal ketika dibutuhkan.

Selain membenahi transaksi, Pemkot Madiun juga mendorong pelaku UMKM memperkuat pemasaran melalui media sosial.

"Setelah pelatihan ini, harapannya satu, nanti printer termal dan aplikasi POS itu harus digunakan. Yang kedua, kami juga mendukung para UMKM untuk kreatif memperkenalkan produknya di sosial media. Makanya kita tambahkan tadi ada perlengkapan untuk live dan lain-lain," katanya.

Dengan pelatihan tersebut, pihaknya yakin UMKM binaan dinas terkait dapat eksis menyesuaikan dengan perkembangan era digital.