Arak-Arak Bondowoso Terbakar, Tim Gabungan Padamkan Api Selama 3 Jam
Haorrahman August 14, 2026 10:57 AM

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Bondowoso - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di kawasan wisata Pemandangan Arak-Arak, Kecamatan Wringin, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, Kamis (13/8/2026) malam.

Kebakaran terjadi di lahan milik Perhutani KPH Bondowoso. Tim gabungan yang terdiri dari Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP, BPBD, TNI-Polri, serta Pemerintah Kecamatan langsung diterjunkan untuk melakukan pemadaman.

Kabid Damkar Satpol PP Bondowoso Vara Teddy mengatakan, api mulai terlihat sekitar pukul 17.00 WIB. Petugas dan penjaga objek wisata Pemandangan Arak-Arak sempat berupaya memadamkan api secara manual.

Baca juga: Polisi Kerahkan Puluhan Personel dan Peralatan Khusus Tangani Kebakaran Bromo

Namun, hingga pukul 18.00 WIB, kobaran api masih terlihat di area tebing sebelah utara. Petugas piket kemudian menghubungi Mako Damkar Bondowoso.

"Akhirnya (petugas) menghubungi kami," terang Teddy.

Dua Titik Api

Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan pemadaman. Tim juga menyisir kawasan perbatasan Bondowoso-Situbondo yang dilaporkan turut mengalami kebakaran.

Teddy menyebut, satu titik api memiliki luasan sekitar 50 x 60 meter. Lokasi tersebut dapat dijangkau armada pemadam.

"Sampai di lokasi, kami memadamkan satu titik api dengan luasan sekitar 50x60 meter," ungkapnya.

Baca juga: Gunung Bromo Kebakaran, Puncak Seruni Point Probolinggo Ditutup Sementara

Terdapat titik api lain dengan luas sekitar 30 x 40 meter. Lokasinya berada di bagian atas tebing, jauh dari jalan raya, sehingga tidak dapat dijangkau armada pemadam.

Kondisi medan juga menyulitkan petugas untuk membentangkan selang hingga ke titik api tersebut.

"Tambah banyak titiknya ini, makin besar," ujar Teddy saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp di tengah proses pemadaman.

Untuk menangani kebakaran, Damkar Bondowoso mengerahkan dua unit armada dengan kapasitas masing-masing 6.000 liter dan 5.000 liter.

Selama proses pemadaman, kedua armada melakukan pengisian ulang air sebanyak dua kali. Petugas juga menggunakan metode manual dengan gepyok untuk menjangkau area yang sulit diakses.

"Jadi kami menyemprotkan air, dan ada juga yang menggunakan gepyok untuk pemadaman," pungkasnya.

Setelah sekitar tiga jam proses pemadaman, api berhasil dipastikan padam. Hingga kini, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.