Renungan Harian Katolik Jumat 14 Agustus 2026, Setia Dalam Cinta Yang Memulihkan
Oby Lewanmeru August 14, 2026 11:19 AM

Oleh : RP. John Lewar SVD

Biara SVD St. Josef Freinademetz STM
Nenuk Atambua - Timor

POS-KUPANG.COM - Renungan Harian Katolik Jumat 14 Agustus 2026 oleh Pastor John Lewar, SVD berjudul Setia Dalam Cinta Yang Memulihkan.

Renungan Harian Katolik Suara Pagi bersama Pastor John Lewar, SVD ini merujuk pada bacaan Yehezkiel 16:59–63; Mazmur dari Yesaya 12:2-3.4bcd.5-6;
Matius 19:3–12

Kisah Nyata.

Pada masa Perang Dunia II, seorang imam Fransiskan bernama St.
Maksimilianus Maria Kolbe dipenjara di kamp konsentrasi Auschwitz.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Jumat 14 Agustus 2026 Tuhan tak Biarkan Manusia Hidup dalam Ketidaksetiaan 

Ketika seorang tahanan melarikan diri, tentara Nazi memilih sepuluh
orang untuk dihukum mati. Salah satu dari mereka menangis karena
memikirkan istri dan anak-anaknya.

Mendengar itu, Kolbe maju dan
berkata, “Saya seorang imam Katolik. Biarkan saya menggantikan
dia.” Permintaan itu diterima. Kolbe akhirnya wafat demi
menyelamatkan seorang ayah keluarga.

Tindakan ini menunjukkan bahwa cinta sejati bukan sekadar kata-
kata, tetapi kesetiaan yang rela berkorban demi orang lain.

Dalam bacaan pertama, Allah melalui nabi Yehezkiel menegur umat
Israel karena ketidaksetiaan mereka.

Namun yang mengagumkan,
Allah tidak berhenti pada hukuman. Ia berkata bahwa Ia akan
mengingat perjanjian-Nya dan memulihkan mereka (Yeh. 16:60).

Allah adalah pribadi yang tetap setia sekalipun manusia sering jatuh
dan mengkhianati kasih-Nya.

Mazmur tanggapan dari Yesaya 12 mengajak kita berseru: “Sungguh,
Allah itu keselamatanku; aku percaya dengan tidak gemetar.”

Keselamatan lahir dari pengalaman dicintai dan dipulihkan oleh Allah.
Dalam Injil, orang Farisi bertanya kepada Yesus tentang perceraian.
Yesus mengembalikan perhatian mereka pada rencana Allah sejak
awal: “Apa yang telah dipersatukan Allah tidak boleh diceraikan
manusia.” (Mat. 19:6).

Yesus menegaskan bahwa kasih sejati menuntut kesetiaan,
pengorbanan, dan komitmen seumur hidup. Kesetiaan bukan hanya
soal perkawinan, tetapi juga kesetiaan kepada Tuhan, keluarga,
panggilan hidup, dan tanggung jawab sehari-hari.

Di sinilah teladan St. Maksimilianus Maria Kolbe menjadi sangat
relevan. Ia hidup setia kepada Kristus dan Bunda Maria sampai akhir
hidupnya.

Kesetiaan itu tidak mudah; ia harus menghadapi
penderitaan, ketakutan, dan kematian. Namun cintanya kepada Tuhan
membuatnya mampu memberikan hidupnya bagi sesama.
Refleksi untuk Hidup Kita

Zaman sekarang banyak orang mudah berkata: “Saya bosan”, “Saya
menyerah”, “Saya tidak sanggup lagi”. Akibatnya, persahabatan rusak,
keluarga retak, pelayanan ditinggalkan, dan iman menjadi suam-suam
kuku.

 Sabda Tuhan hari ini mengingatkan:
 Allah tetap setia kepada kita.
Yesus menghendaki kesetiaan dalam cinta.

Para kudus menunjukkan bahwa kesetiaan itu mungkin dijalani bila
kita bersandar pada rahmat Tuhan.

Mungkin kita pernah gagal, menyakiti orang lain, atau tidak setia
dalam doa dan tugas kita. Jangan putus asa. Allah yang sama yang
memulihkan Israel juga sanggup memulihkan hati dan hidup kita.

Pesan Inspiratif: Kesetiaan bukan berarti tidak pernah jatuh, tetapi
selalu memilih untuk kembali kepada kasih Allah dan tetap mengasihi
sampai akhir.

Kutipan Hari Ini. “Cinta sejati dibuktikan oleh kesetiaan
yang rela berkorban, bukan oleh kata-kata yang mudah diucapkan.”

St. Maksimilianus Maria Kolbe, doakanlah kami.
Doa: Tuhan Yesus, Engkau setia mengasihi kami tanpa batas.
Ampunilah ketidaksetiaan kami dalam keluarga, pekerjaan, pelayanan,
dan hidup beriman. Melalui teladan St. Maksimilianus Maria Kolbe,
ajarlah kami memiliki hati yang berani berkorban dan tetap setia
dalam cinta yang memulihkan. Jadikanlah keluarga-keluarga kami

kuat dalam kasih, dan mampukan kami untuk selalu kembali kepada-
Mu ketika kami jatuh. Amin. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.