Rabiul Awal Jangan Sekadar Seremoni Bulan Maulid, Tgk Ihsan: Jadikan Momentum Meneladani Rasulullah
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Bulan Rabiul Awal harus dijadikan sebagai momentum untuk memperdalam kecintaan kepada Rasulullah SAW, dengan mempelajari sirah dan menerapkan keteladanan Beliau dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekadar menjadikannya sebagai bulan perayaan Maulid.
Pengurus DPP Ikatan Sarjana Alumni Dayah (ISAD) Aceh, Tgk M Ihsan Ya'qub SAg SH mengajak masyarakat menjadikan bulan Rabiul Awal sebagai momentum untuk lebih mengenal perjalanan hidup, keteladanan, dan akhlak Rasulullah SAW, bukan sekadar melaksanakan perayaan Maulid Nabi dan seremoninya.
Ia mengatakan, Rabiul Awal memiliki hubungan erat dengan perjalanan kehidupan Nabi Muhammad SAW.
Karena itu, kehadiran bulan tersebut seharusnya menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk kembali membuka lembaran sirah Nabi, mulai dari kehidupan beliau dalam keluarga, mendidik anak-anak, bermasyarakat, berdagang, memimpin hingga menghadapi berbagai persoalan kehidupan.
“Rabiul Awal bukan sekadar nama dalam kalender Hijriah. Bulan ini memiliki hubungan yang sangat erat dengan perjalanan hidup Rasulullah SAW,"
"Karena itu, kedatangan bulan ini semestinya tidak hanya mengingatkan kita kepada sebuah peristiwa kelahiran, tetapi juga mengajak kita membuka kembali lembaran sirah Nabi,” kata Tgk Ihsan, Kamis (13/8/2026).
Ia menyebutkan, masyarakat Aceh memiliki tradisi Maulid Nabi yang telah mengakar kuat.
Perayaan tersebut biasanya diisi dengan pembacaan shalawat, tausiah, serta kenduri yang digelar di masjid, meunasah maupun lembaga pendidikan.
Namun, menurut alumni Dayah MUDI Mesjid Raya Samalanga ini, semarak tradisi tersebut perlu diimbangi dengan penguatan substansi agar generasi muda tidak hanya mengenal Rabiul Awal sebagai bulan perayaan dan kenduri.
“Jangan sampai anak-anak kita mengenal Maulid hanya sebagai tradisi tahunan. Mereka hanya mengenal Rabiul Awal sebagai bulan kenduri, namun belum mengenal secara utuh bagaimana Rasulullah SAW menjadi teladan dalam keluarga, pendidikan, perdagangan, kepemimpinan, persahabatan dan kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.
Tgk Ihsan mengingatkan bahwa Allah SWT telah menegaskan keteladanan Rasulullah dalam Al-Qur'an melalui Surah Al-Ahzab ayat 21, “Sungguh, telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagi kalian,”.
Menurut anggota Lembaga Bahtsul Masail PWNU Aceh ini, mengenal Rasulullah SAW bukan semata-mata untuk menambah pengetahuan sejarah, tetapi menjadi jalan untuk menemukan teladan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Ia mendorong kegiatan Maulid di Aceh terus dikembangkan dengan tetap mempertahankan kemeriahannya sebagai bagian dari syiar Islam.
Namun, kegiatan tersebut juga perlu diarahkan menjadi sarana pendidikan sirah dan pembentukan akhlak generasi muda.
“Ceramah Maulid, misalnya, tidak hanya berbicara tentang kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga mengangkat keteladanan Beliau yang dekat dengan persoalan anak muda,” katanya.
Kegiatan Maulid, lanjut Tgk Ihsan, dapat dilengkapi dengan kajian sirah, lomba hadis, kuis sejarah Nabi, kajian akhlak Rasulullah hingga pembuatan konten digital yang memperkenalkan kehidupan Rasulullah dengan bahasa yang mudah dipahami generasi muda.
Dewan Guru Dayah Ulee Titi ini menilai tidak perlu mempertentangkan antara seremoni dan substansi dalam perayaan Maulid. Tradisi tersebut tetap dapat dipertahankan sebagai bagian dari syiar dan budaya keislaman masyarakat Aceh.
“Yang perlu dilakukan adalah memastikan bahwa kemeriahan tersebut tidak menutupi pesan utama yang hendak diwariskan, yaitu mengenal, mencintai dan meneladani Rasulullah SAW,” katanya.
Tgk Ihsan berharap Rabiul Awal tidak berlalu hanya dengan kemeriahan perayaan, tetapi juga menjadi momentum memperbarui kecintaan kepada Rasulullah dan memperkuat upaya mengikuti sunnahnya.
“Jangan sampai kita begitu fasih dalam menceritakan sejarah Nabi, namun gagap ketika diminta meniru akhlaknya. Kecintaan kepada Rasulullah SAW harus tumbuh menjadi sikap, tidak sekadar terucap melalui lisan, tetapi menjelma dalam perbuatan,” pungkasnya. (ar)