Prabowo di Sidang Tahunan MPR: Saya Belum Bisa Katakan Semua Masalah Bangsa Selesai
Nuryanti August 14, 2026 12:38 PM

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Prabowo Subianto mengakui masih banyak kekurangan selama memimpin pemerintahan sejak pertama kali dilantik pada 20 Oktober 2024.

Dia mengatakan bahwa seluruh permasalahan yang terjadi belum mampu diselesaikannya hingga saat ini.

Selain itu, Prabowo juga mengakui belum bisa memenuhi seluruh janji kampanyenya.

"Saya belum bisa mengatakan bahwa seluruh persoalan bangsa telah selesai atau seluruh janji yang saya katakan telah tertunaikan, belum," katanya saat pidato kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD di gedung parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (14/8/2026).

Namun, Prabowo mengungkapkan bahwa selama memimpin saat ini, ada masalah-masalah bangsa yang belum terselesaikan selama puluhan tahun, sudah mulai dapat diatasi.

Dia menganggap hal itu karena kerja keras seluruh pihak yang membantunya.

"Dan dengan gotong royong seluruh unsur bangsa, masalah-masalah yang selama puluhan tahun dianggap rumit atau terlalu rumit, dapat kita mulai selesaikan," jelasnya disambut tepuk tangan peserta sidang yang hadir.

"Saya tidak mengatakan selesai. Saya mengatakan kita mulai selesaikan," sambung Ketua Umum Partai Gerindra itu.

Prabowo menyebut selama dua tahun memimpin, dirinya dan jajaran telah menjalankan 121 kebijakan transformatif.

Dia mengungkapkan sebagian kebijakan itu terkait penyelesaian masalah bangsa yang sudah lama tidak terselesaikan.

Secara lebih rinci, Prabowo menjelaskan bahwa tiap lima hari, jajarannya harus menerbitkan kebijakan yang bersifat transformatif.

Baca juga: Dunia Khawatir Kelaparan Massal, Prabowo Sebut RI Swasembada Pangan Dalam Setahun

Buntut dari perintahnya itu, dia mengklaim banyak jajarannya harus bekerja keras. Bahkan dia menyebut sampai ada yang harus dirawat di rumah sakit.

"Demikian kerasnya menteri-menteri saya dan pembantu-pembantu saya bekerja. Beberapa dari mereka terpaksa harus masuk rumah sakit. Ada yang pingsan, ada yang operasi, banyak yang kecapekan," ujarnya.

"Saya berjanji kepada mereka bahwa dalam sisa masa jabatan saya ini, saya akan memberi banyak waktu istirahat untuk mereka dan mereka menjawab janji tinggal janji," sambung Prabowo.

Dengan kondisi semacam itu, Prabowo menyebut bahwa hal tersebut bukti kesungguhan dirinya dan jajaran untuk menyelesaikan masalah bangsa.

"Menurut pembantu-pembantu saya, dalam kalender saya tidak ada hari merah. Yang ingin saya sampaikan, kita menerima amanah itu dengan penuh kehormatan. Tugas dari rakyat adalah kehormatan yang mulia bagi kita karena itu kita bekerja dengan sekeras-kerasnya, kita akan habis-habisan bekerja untuk rakyat kita," pungkasnya.

Sebagai informasi, dalam acara ini turut hadir Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi); Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla; Wakil Presiden ke-11 RI, Boediono; Wakil Presiden ke-13 RI, Ma'ruf Amin; Ketua MPR, Ahmad Muzani; Ketua DPR, Puan Maharani.

Lalu ada pula Ketua DPD, Sultan Najamudin; Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Ismayatun; Ketua Mahkamah Agung (MA), Sunarto; Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Sudaryono; Ketua Komisi Yudisial (KY), Abdul Choir Ramadhan; Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo; dan Panglima TNI, Jenderal TNI Agus Subiyanto.

Baca juga: Momen Ketua DPD Puji Prabowo-Gibran di Sidang Tahunan, Kompak dan Saling Melengkapi 

Kemudian, hadir pula jajaran menteri dari Kabinet Merah Putih serta duta besar (dubes) dari negara sahabat.

Di sisi lain, Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri, serta Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak hadir dalam acara ini.

Ketua DPP PDIP, Djarot Saiful Hidayat, menuturkan ketidakhadiran Megawati lantaran ada kegiatan lain yang tidak bisa ditunda.

"Ibu Mega tidak ada, Ibu Mega ada kegiatan hari ini yang tidak bisa ditunda," kata Djarot di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat.

Sementara, ketidakhadiran SBY karena tengah menjalani cek kesehatan di Amerika Serikat (AS).

Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Benny K. Harman.

"Beliau lagi check up di Amerika. Jadi tidak hadir (sidang tahunan MPR)," katanya pada Selasa (11/8/2026).

Benny menuturkan sosok yang kini menjabat sebagai Ketua Majelis Tinggi Partai (MTP) Demokrat itu menjalani cek kesehatan hingga akhir Agustus 2026.

(Tribunnews.com/Yohanes Liestyo Poerwoto)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.