Tribunlampung.co.id, Kota Cihami - Pertikaian dua pria di sebuah kamar kos di Kampung Lebur Sawah, Kelurahan Utama, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Jawa Barat, berujung maut.
Baca juga: Warga Anak Tuha: Bukan Uang, Kami Bertahan demi Tanah Leluhur
Salah satu dari mereka, AN (23), meninggal dunia setelah mengalami luka parah dalam duel tersebut.
Peristiwa berdarah itu terjadi pada Kamis (13/8/2026) pagi.
AN dan D ditemukan dalam kondisi tak berdaya serta berlumuran darah di dalam kamar kos. Keduanya kemudian dilarikan ke RSHS Bandung untuk mendapatkan penanganan medis.
Kapolres Cimahi AKBP Moh Faruk Rozi mengatakan polisi menerima laporan warga terkait kejadian tersebut sekitar pukul 08.10 WIB.
"Kami mendapatkan laporan dari masyarakat di TKP ini, pada pukul 08.10 WIB," ujarnya.
Dari hasil pemeriksaan awal, kedua pria tersebut mengalami luka sayatan pada bagian leher yang menyebabkan pendarahan hebat.
Polisi turut mengamankan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan peristiwa itu.
"Kedua-duanya ada luka di leher sehingga terjadi pendarahan, sekarang menjalani perawatan intensif di RSHS. Barang bukti yang kita amankan ada palu, kater, dan hape," ungkap Faruk.
Namun, kondisi AN memburuk hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia saat menjalani perawatan intensif di RSHS Bandung.
Sementara D masih mendapatkan perawatan untuk luka yang dialaminya.
Polisi menduga peristiwa tersebut bermula dari pertikaian antara AN dan D yang kemudian berkembang menjadi tindak penganiayaan.
Untuk memastikan kronologi, penyidik juga memeriksa rekaman CCTV di indekos.
Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan tidak ada orang lain yang masuk atau terlibat langsung dalam kejadian di kamar tersebut.
"Dari pemeriksaan CCTV hanya merekalah yang ada di dalam ruangan itu," kata Faruk.
Penyidik masih berupaya mengungkap penyebab pertikaian, termasuk hubungan antara AN dan D.
Polisi akan menggali keterangan dari D setelah kondisinya memungkinkan untuk dimintai keterangan secara langsung.
Selain itu, sejumlah pihak dari keluarga kedua korban turut diperiksa.
Polisi juga melakukan penelusuran digital untuk mencari petunjuk mengenai komunikasi maupun hubungan keduanya sebelum kejadian.
"Ada 4 orang saksi yang kita periksa dari kedua korban, motif masih kita dalami, termasuk digital forensik untuk mengungkap hubungan mereka seperti apa," tandasnya.
Sumber: TribunJabar.id