TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG- Bek tengah PSIS Semarang, Komang Tri berharap mampu mengulang sukses yang sama membawa timnya promosi ke kasta tertinggi sepakbola tanah air.
Musim lalu, Komang yang juga dilatih oleh Widodo C Putro berhasil membawa Garudayaksa FC lolos ke Superleague.
Prestasi yang sama ingin diulang pemain asal Bali itu bersama PSIS musim ini.
Komang menyebut persiapan tim menghadapi kompetisi musim 2026/2027 terus menunjukkan perkembangan positif.
Komang Tri mengatakan, target PSIS Semarang sejak awal sudah jelas, yakni berjuang mendapatkan tiket promosi ke Liga 1.
Target tersebut juga menjadi motivasi bagi para pemain selama menjalani persiapan pramusim.
“Dari awal saya di sini bersama Coach Widodo dan teman-teman, kami punya target yang tinggi untuk lolos ke Liga 1. Saya berharap bisa membawa kesuksesan dari Garuda Yaksa bersama PSIS Semarang,” kata Komang Tri, Jumat (14/8/2026).
Hampir sebulan menjalani persiapan, Komang menilai kondisi internal tim semakin baik.
Para pemain dinilainya mampu membangun chemistry meski berasal dari latar belakang yang berbeda.
“Selama hampir sebulan kita melakukan persiapan dan sudah ada progres yang bagus. Chemistry-nya bagus, sangat berbaur semuanya,” ujarnya.
Menurutnya, chemistry menjadi salah satu faktor penting dalam membangun tim yang solid. Kebersamaan di dalam dan luar lapangan diyakini bisa membantu PSIS mencapai target yang telah ditetapkan.
“Chemistry ini yang paling penting di dalam tim karena kebersamaan itu yang akan membuat kita bisa berhasil ke depannya,” jelasnya.
Dari sisi taktik, Komang mengaku tidak mengalami banyak kendala meski terdapat perbedaan formasi yang diterapkan dibandingkan sebelumnya. Ia menyebut pelatihnya di PSIS, Widodo C Putro memiliki fleksibilitas dalam menentukan skema permainan, termasuk penggunaan formasi 3-4-3 maupun 4-3-3.
“Kalau skema bisa dibilang masih sama. Sebelumnya saya sudah tahu Coach Widodo maunya seperti apa. Di sini juga ada formasi yang baru, kemarin dia bicara dengan saya memakai 3-4-3, tapi itu tidak masalah buat saya,” tuturnya.
Komang juga kembali bertandem dengan pemain yang sudah dikenalnya, yakni Agus Nova. Keduanya sama-sama berasal dari Bali dan pernah berada dalam tim yang sama sebelumnya.
“Memang sudah beberapa tahun kemarin saya sering bersama bli Agus. Kadang-kadang kalau libur liga, saya tetap latihan juga sama Bli Agus. Memang rezekinya saja kita berdua bisa berada di sini sekarang, di Semarang,” katanya.
Kedekatan tersebut turut memudahkan komunikasi di lapangan. Komang dan Agus bahkan bisa menggunakan bahasa Bali saat berkomunikasi, meski ia menegaskan komunikasi dengan pemain lainnya juga berjalan baik.
“Kalau masalah komunikasi, saya sama bli Agus bisa berkomunikasi menggunakan bahasa Bali. Tapi dengan yang lain juga komunikasinya bagus,” ucapnya.
Sementara itu, dalam masa pramusim, Komang menyebut tim pelatih tidak hanya fokus meningkatkan kondisi fisik pemain. Recovery dan menjaga suasana hati pemain juga menjadi perhatian.
Baca juga: Daftar 8 Raperda yang Dibahas DPRD dan Pemkab Kebumen di Paripurna
Menurutnya, intensitas latihan yang tinggi terkadang membuat pemain merasa jenuh. Karena itu, tim pelatih memberikan waktu istirahat agar pemain bisa kembali bugar sekaligus menjaga chemistry dalam tim.
“Kadang-kadang pemain juga jenuh kalau intensitas terlalu tinggi. Tapi Coach Widodo sangat mengerti tentang perasaan pemain. Jadi kadang-kadang ada libur satu hari buat kita untuk me-refresh dan memulihkan kondisi lagi,” tandasnya.
Disisi lain, PSIS memilih berlatih di Boyolali untuk mendapatkan kualitas lapangan yang lebih bagus.
Pelatih Widodo C Putro menginginkan lapangan dengan standar yang bagus ketika memberikan materi taktik kepada anak asuhnya.